Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Hektaran Rumput Laut Gagal Dipanen, Ada Dugaan Tercemar Tumpahan Minyak

Tim Pikiran Rakyat
WARGA sedang menunjukan tumbuhan rumput laut yang terkena dampak pencemaran di wilayah Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Jumat 2 Agustus 2019.*/ISTIMEWA
WARGA sedang menunjukan tumbuhan rumput laut yang terkena dampak pencemaran di wilayah Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Jumat 2 Agustus 2019.*/ISTIMEWA

SERANG,(PR).- Perairan di wilayah Serang Utara khususnya Kecamatan Tirtayasa dan Pontang diduga turut terdampak adanya minyak yang tumpah di Laut Jawa sebelah utara Karawang pada Jumat 12 Agustus 2019 lalu. Akibatnya hektaran budidaya rumput laut di wilayah tersebut terancam gagal panen.

Aktivis Lingkungan Hidup Kaukus Serang Raya Anton Susilo mengatakan, untuk saat ini kondisi laut di wilayahnya memang agak menghitam dan seperti terdapat gumpalan minyak di permukaannya. Kondisi ini terjadi sejak tiga hari terakhir. "Iyah itu (terdampak), Kalau itu warnanya item ngampul. Di Lontar, Pontang Tirtayasa sejak tiga hari mah ada," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin, Jumat 2 Agustus 2019.

Anton mengatakan, untuk saat ini tumpahan minyak yang sampai ke wilayahnya belum banyak. Dampaknya pun tidak terlalu parah dan tidak sampai membuat ikan mati. "Ikan enggak sampai mati, jadi minyak itu ngituin ke permukaan ke atas. Kalau di tambak itu kami belum bisa tentukan karena itu adanya di Domas dan Lontar, kalau di Tengkurak ini belum," katanya.

Sedangkan bagi nelayan, mereka hanya terkejut mengapa ada minyak di perairan tersebut. Sebab mereka tidak tahu jika ada kapal tongkang di Karawang yang bocor dan minyaknya sampai ke Tengkurak. "Karena kalah logika dari Karawang jauh, tapi kecepatan arus dan mata angin jadi bisa saja. Tapi belum tentu juga itu dari Karawang, itu baru dugaan saja. Takut di situ kan jalur C takutnya ada kapal yang buang limbah di situ. Saya juga belum pegang apa ini minyak mentah, bekas atau sudah jadi," tuturnya.

Namun yang pasti, adanya tumpahan minyak tersebut telah membuat masyarakat khawatir jika anak mereka main ke laut bisa gatal gatal. Kemudian nelayan khawatir jika laut tercemar ikan akan semakin jauh. "Terus yang pasti petani rumput laut terdampak. Jadi satu kerusakan dulu, karena nempel di rumput laut karena rumput ngambang budidayanya. Jadi rusak, bisa gagal panen dan kualitas turun drastis. Ada 5 hektar," katanya.

Sementara, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Sarjudin membenarkan adanya dampak tumpahan minyak di wilayah Tirtayasa tersebut. Tumpahan itu berdampak pada nelayan yang kesulitan mencari ikan. "Iya itu ke nelayan. Ya gimana Pertamina itu sama menteri kelautan, korbannya nelayan mau melaut sekarang item airnya. Kalau ditengah bersih tapi di pantai kena (tumpahan minyak)," ujarnya.***
 

Bagikan: