Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

Hamas Geram Tempat Hiburan Malam Masih Beroperasi

Tim Pikiran Rakyat
HIMPUNAN Mahasiswa Serang (Hamas) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera menutup tempat hiburan malam.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN
HIMPUNAN Mahasiswa Serang (Hamas) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera menutup tempat hiburan malam.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera menutup tempat hiburan malam yang masih beroperasi di Kota Serang. Menurutnya keberadaan tempat hiburan malam itu mengandung kemaksiatan dan ilegal yang dapat berdampak negatif bagi masyarakat.

Ketua umum PP Hamas, Busairi mengatakan, Pemkot masih belum mampu menegakkan serta mendorong masyarakat Kota Serang untuk mematuhi dan menjalankan Peraturan daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2010 tentang pencegahan pemberantasan dan penanggulangan penyakit masyarakat (Pekat). Sebab masih banyak tempat hiburan malam yang tetap beroperasi.

“Bagaiaman kota madani akan tercipta kalau sudah dinodai kemaksiatan. Maka dari itu tutup semua tempat hiburan malam yang mengandung kemaksiatan. Termasuk tempat hiburan malam yang tidak berizin, karena itu jelas melanggar Perda Nomor 2 tahun 2010,” katanya usai berunjuk rasa di depan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Kamis 1 Agustus 2019.

Ia mengatakan, Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin pernah menutup sejumlah tempat hiburan malam ilegal yang ada di Kota Serang. Seperti di Concept Legok, Royal, warung remang di Tugu Selamat Datang dan tempat lainnya.

"Kini tempat hiburan malam itu kembali beroperasi dengan bebas. Pak Wakil berjanji akan menutup tempat hiburan, tapi mana ? sampai sekarang belum ada yang ditutup. Kerjanya cuma pencitraan dan gertak sambal saja," ujarnya. 

Hamas juga menuntut kepada Pemkot Serang untuk menegakkan Perda yang disebutkan di atas agar masyarakat Kota Serang terhindar dari Pekat. “Satpol PP juga harus lakukan pengawasan secara rutin kepada seluruh tempat hiburan. Ini agar Perda Nomor 2 tahun 2010 benar-benar ditegakkan dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Serang," ucapnya.

Ilegal

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, Pemkot Serang tetap konsisten pada kesepakatan awal. Sebagaimana yang dilakukan sebelumnya, bahwa tempat hiburan malam yang berujung kemaksiatan di Kota Serang akan ditutup. 

"Karena kami (Pemkot Serang) sama sekali tidak pernah mengeluarkan izin. Kalaupun mereka itu ilegal, baik secara pribadi saya dan atas nama pemerintah Kota Serang akan menutupnya dan juga melarang adanya tempat hiburan malam," katanya.

Apabila tempat hiburan malam tersebut masih buka, kata Subadri, pemerintah melalui dinas terkait tidak bosan-bosannya akan menutup kembali dan terus seperti itu hingga mereka merasa jera. "Kalau buka lagi, ya kami tutup kembali terus-terusan aja begitu. Kami juga sudah instruksikan dinas terkait untuk melakukan razia setiap dua hari sekali. Tapi masih saja seperti itu," ujarnya.

Ia menuturkan, untuk menutup tempat hiburan malam, apalagi yang tidak berizin membutuhkan proses. Termasuk beberapa waktu lalu, Pemkot Serang mengundang pihak pengembang salah satu mol di Kota Serang. “Insya Allah upaya tetap terus-terusan, karena itu sudah satu program. Visi misi kami juga ada untuk meniadakan tempat-tempat hiburan yang berujung kemaksiatan di Kota Serang,” ucapnya.

Terkait Perda Perizinan Usaha Kepariwisataan (PUK) yang masih mangkrak, Subadri menjelaskan telah mengumpulkan tim asistensi untuk segera merampungkannya. “Menurut tim asistensi kita bahwa drafnya, rancangannya sudah dalam rangka fasilitasi provinsi,” katanya.

Bilamana Perda PUK sudah selesai, pihaknya berjanji akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Kota Serang. “Sudah. Jadi kami tinggal mengundang seluruh stakeholder, pemuka agama, tokoh masyarakat dan kiayi untuk persoalan ini. Jadi ya Sabar aja mereka juga manusia,” tuturnya. kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.***

Bagikan: