Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

PMI Cilegon Banten Gerakkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang Terdampak Tsunami Selat Sunda

Tim Pikiran Rakyat
LOGO Palang Merah Indonesia (PMI).*/DOK PR
LOGO Palang Merah Indonesia (PMI).*/DOK PR

CILEGON, (PR).- Pascabencana tsunami Selat Sunda, pemulihan perekonomian masyarakat terus dilakukan. Masyarakat yang sehari-hari hidup sebagai nelayan diberikan program pemberdayaan ekonomi .

Salah satunya yang dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon yang telah melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Sobong di Kampung Katapang, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 30 Juli 2019. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus PMI Pusat, PMI Provinsi Banten, PMI kab/kota se-Provinsi Banten, IFRC, perwakilan PT Krakatau POSCO, PT Chandra Asri Petrochemical, BPBD Kota Cilegon, Dinsos Kota Cilegon, serta tokoh masyarakat di Kecamatan Sumur.

Pembangunan Sobong dilakukan untuk menggerakkan perputaran ekonomi kembali melalui program livelihood pada masa pemulihan setelah tsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember 2018 lalu. Sebelumnya, PMI Kota Cilegon juga telah melayani dalam Masa Tanggap Darurat Bencana sampai masa pemulihan.

Wakil Ketua PMI Kota Cilegon, Erwin Harahap, mengatakan, ini adalah program pemberdayaan ekonomi bagi bagi warga Kec. Sumur yang kesehariannya sebagai nelayan.Program pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu program pemulihan pasca gelombang tsunami yang menghantam salah satu kawasan pesisir di Kab. Pandeglang.

“Artinya, keseharian masyarakat Kec. Sumur yang berprofesi sebagai nelayan harus dikembalikan walau dalam kondisi tidak sempurna,” katanya seperti dilaporkan Himawan Sutanto dari Kabar Banten.

Tsunami.*/DOK. PR

Program pemberdayaan ekonomi berupa pengolahan ikan teri

Dia mengatakan, PMI Kota Cilegon dengan program pemberdayaan ekonomi akan bersama-sama dengan masyarakat setempat membuat pelatihan. Itu menjadi penguatan ekonomi pascakampung tersebut disapu oleh bencana tsunami.

“Setelah melakukan assessment, kami mulai melakukan koordinasi dengan pemerintahan setempat dan sejumlah dinas terkait dengan kegiatan pemberdayaan ekonomi. Pada dasarnya, kami ingin mengembalikan ekonomi warga sekitar dengan berbagai cara, salah satunya adalah membuatkan Sobong atau workshop dimulai dari bagan, perahu, serta tempat produksi ikan teri,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu komoditas unggulan yang selama ini dijadikan penopang untuk masyarakat Kec. Sumur adalah pengolahan ikan teri yang beromset mencapai miliaran dalam setahun. Masyarakat nelayan, kata dia, mengalami transformasi sosial ekonomi akibat penetrasi pembangunan dan pasar.

“Transformasi sosial ekonomi yang terjadi membawa perubahan signifikan pranata ekonomi nelayan, karena nelayan harus mengkonstruksikan pranata ekonomi baru yang dianggap dapat mempertahankan penghidupan nelayan pada kondisi survival dan sesuai dengan perubahan yang terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Cilegon, Nurwarta Wiguna, mengatakan, mereka memberikan bantuan dalam bentuk sembako dan juga peralatan memasak. Pihaknya pun melakukan pemulihan bencana dengan program pemberdayaan ekonomi.

“Bantuan ini adalah sumbangan dan donasi dari sejumlah industri dan masyarakat. PMI Cilegon tidak mau memberikan bantuan begitu saja. Akan tetapi, mengajak kepada seluruh nelayan untuk berfikir maju dalam melakukan pemberdayaan ekonomi. Dan, program pembangunan sobong ini ditargetkan selama tiga bulan,” ungkapnya.

Bagikan: