Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 24.6 ° C

Penerimaan ASN Dibuka Oktober 2019, Pelamar Harus Hindari 4 Kesalahan

Tim Pikiran Rakyat
APARATUR Sipil Negara.*/DOK. PR
APARATUR Sipil Negara.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Pemerintah kembali memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengabdikan diri menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, penerimaan ASN baru pada 2019 akan dibuka kembali Oktober.

“Total kebutuhan ASN nasional 2019 sejumlah 254.173 orang yang mencakup 100.000 formasi CPNS dan 100.000 formasi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tahap kedua,” kata Bima seperti dilaporkan Prfmnews, Selasa 30 Juli 2019.

Kepala BKN memperkirakan, 5,5 juta pelamar akan mengikuti seleksi penerimaan ASN pada Oktober. Jumlah itu melebihi pelamar pada seleksi tahun 2018 sebanyak 3.636.251 orang dengan rincian jumlah pelamar di 76 instansi pusat mencapai 1.446.460 orang dan pelamar di 481 instansi daerah 2.189.791 orang.

Selaku Ketua Pelaksana Panitia Seleksi ASN Nasional, Kepala BKN juga menyampaikan sejumlah kendala yang dialami pelamar tahun 2018 di antaranya:

1. Database kependudukan yang tidak diperbarui, terutama kesulitan pelamar melakukan pembaruan KTP dan Kartu Keluarga di Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil daerah dan pusat 
2. Sejumlah ijazah pelamar tidak sesuai kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan
3. KTP yang diunggah pelamar tidak jelas/bukan KTP asli
4. Sejumlah dokumen pendukung yang dilampirkan tidak lengkap.

Beberapa permasalahan itu menjadikan peserta tidak memenuhi syarat administrasi. Untuk rencana pelaksanaan seleksi ASN pada Oktober 2019, infrastrukturnya sudah seleksi, 108 titik lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah.

“Jumlah itu tentu tidak cukup untuk pelaksanaan seleksi serentak. Oleh karena itu, beberapa opsi sedang disiapkan dengan kerja sama instansi di pusat dan daerah,” ujar Bima.***

Bagikan: