Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Penerapan UU Perlindungan Hewan Dinilai Masih Lemah

Siska Nirmala
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Pengelola Yayasan Sarana Metta Indonesia Christian Joshua Pale menilai penerapan Undang-Undang Perlindungan Hewan di Indonesia yang ada saat ini masih lemah.

“Masih banyak kasus-kasus pengeksploitasian, penyiksaan, dan kekerasan terhadap hewan di Indonesia yang tidak pernah diusut sampai selesai dan pelaku tidak pernah mendapatkan efek jera dalam hukumannya,” kata Christian, Rabu, 31 Juli 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Salah satunya, menurut dia, kasus seekor anjing bernama Lucky ditemukan sekarat sebelum akhirnya tewas lantaran dipukul dan dibakar hidup-hidup di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 Mei 2019 malam.

“Melihat dari kasus Lucky, Penyidiknya terkesan mengulur-ngulur waktu, padahal semua sudah siap, pelaku sudah mengaku dan membuat BAP (berita acara pemeriksaan), saksi dan pelapor juga sudah buat BAP, tinggal naik P21,” kata Christian.

Dengan adanya kasus laki-laki makan kucing yang viral baru-baru ini, Christian berharap pihak kepolisian terus mencari pelaku tersebut dan mengusutnya hingga tuntas.

Menurut dia, banyaknya masyarakat yang masih bersikap seenaknya kepada binatang bisa jadi disebabkan belum adanya hukum efek jera kepada pelaku, ia juga berharap agar pelaku pemakan kucing hidup tersebut nantinya bisa dihukum dengan berat

“Kita punya produk undang undang tentang perlindungan hewan Pasal 302 KUHP dan 406 KUHP, tapi pelaksanaannya, payung hukumnya masih sangat lemah, jika terbukti bersalah penjara maksimal lima tahun,” kata Christian.

Sebelumnya telah beredar di media sosial video seorang pria memakan kucing hidup-hidup.

Dalam video itu, tampak laki-laki bertopi mengenakan kemeja cokelat dengan dalaman putih sedang memakan seekor kucing. Kabarnya lokasi video pria yang memakan kucing itu berada di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Christian menuturkan pihaknya akan melaporkan ke polisi tindakan laki-laki pemakan kucing hidup-hidup tersebut.

Menurut dia, pria yang tampak dalam video viral itu seperti orang yang tidak memiliki hati. Masyarakat juga telah dibuat marah dan resah karena video viral tersebut.

Christian juga menyayangkan tindakan yang dilakukan aparat terkesan lambat, ia menilai aparat penegak hukum masih tebang pilih dalam memproses kasus laporan yang masuk khususnya terkait dengan kekerasan terhadap hewan.

“Jarak TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan Polsek Kemayoran sangat dekat, saya sudah cek ketika investigasi ke TKP, Senen malam saya ke sana masih lihat pelaku bersama teman - temannya,” kata Christian.

Christian menambahkan, ”kasus kekerasan terhadap hewan terkesan tebang pilih, belum dijadikan prioritas selalu dianaktirikan, bahkan kasusnya dinomerduakan.”***

Bagikan: