Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 28.4 ° C

Duta Anti Kekerasan, Cinta Laura Ingin Penambahan Lembaga Korban Kekerasan

Siska Nirmala
CINTA Laura resmi dilantik menjadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, oleh Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mewakili Menteri PPPA Yohana Yembise, Senin, 29 Juli 2019.*/INSTAGRAM CINTA LAURA
CINTA Laura resmi dilantik menjadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, oleh Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mewakili Menteri PPPA Yohana Yembise, Senin, 29 Juli 2019.*/INSTAGRAM CINTA LAURA

JAKARTA, (PR).- Selebritas Cinta Laura Keihl berharap Indonesia memiliki lebih banyak lembaga yang mampu menaungi perempuan dan anak korban kekerasan. Hal ini menyusul pelantikannya sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

“Setelah delapan tahun aku tinggal di Amerika, aku melihat bagaimana kalau ada korban kekerasan. Ada banyak sekali akses agar mereka (korban kekerasan) bisa mendapatkan dukungan yang cukup secara psikologis. Pokoknya, support systemnya banyak sekali. Dan, aku rasa Indonesia juga perlu (memperbanyak lembaga) agar mereka merasa terlindungi,” ujar pelantun “Vida” itu di Jakarta, Senin, 29 Juli 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Cinta mengatakan perempuan dan anak-anak korban kekerasan di Indonesia seringkali belum mengetahui bagaimana cara melapor serta melanjutkan kehidupan mereka setelah mengalami kekerasan.

Perempuan berdarah Jerman itu mengaku harus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kekerasan terhadap perempuan dan akan serta tidak menyepelekan persoalan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak.

“Sebagai wanita, aku ingin bisa mengajarkan wanita-wanita dan anak Indonesia agar jangan takut melaporkan apa yang terjadi kepada mereka. Sebenarnya, sudah ada banyak peraturan dan undang-undang yang melindungi wanita dan anak-anak. Tinggal kita tingkatkan awareness-nya," kata dia.

Aktris dan penyanyi kelahiran 1993 itu berjanji akan melakukan rapat dengan Kementerian PPPA untuk merencanakan program-program dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Cinta juga mengaku merasa terhormat dan bersyukur ditunjuk sebagai duta anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurut dia, ada tiga hal penting yang akan ia sampaikan kepada seluruh perempuan dan anak di Indonesia. Pertama, kekerasan adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Yang kedua, keluargamu harus menjadi tempat nomor satu untuk mengadu, bercerita, meminta pendapat, dan bertanya, bukan orang lain yang tidak tahu keseharianmu apalagi teman online, mari jadikan keluargamu sahabatmu," ujar dia.

Lalu yang ketiga, Cinta ingin mengimbau seluruh perempuan dan anak untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas segala kekerasan yang menimpa mereka.

Ia berharap bisa menjadi duta yang baik dan berguna bagi kemajuan kesejahteraan perempuan, anak, juga bangsa Indonesia.

Cinta Laura resmi dilantik menjadi duta oleh Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mewakili Menteri PPPA Yohana Yembise.

"Kementerian PPA dan ibu menteri menilai bahwa Cinta Laura berhasil survive (dalam menghadapi kekerasan) dan nantinya tentu kita harapkan Cinta dapat mendorong terutama anak muda untuk melakukan sosialisasi baik di media sosial maupun media konvensional," ujar Pribudiarta.

Sebelumnya, aktris dan penyanyi kelahiran 1993 itu menjadi korban kasus kekerasan dalam berpacaran. Mantan kekasih Cinta, Frank Gracia menyebarkan foto dan video kemesraan mereka di media sosial yang kemudian mendapat komentar buruk dari warganet.***

Bagikan: