Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Patikang Jadi Destinasi Baru Sebagai Kampung Mangrove 

Tim Pikiran Rakyat

FOTO ilustrasi kampung mangrove.*/ANTARA
FOTO ilustrasi kampung mangrove.*/ANTARA

PANDEGLANG, (PR).- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pandeglang akan mendorong penggiat pohon mangrove atau bakau di Kampung Patikang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, hal itu dilakukan sebagai pengembangan wisata Kampung Mangrove.

Potensi wisata mangrove di kampung tersebut, diharapkan menjadi destiniasi wisata baru di kawasan Buffer Zone KEK Tanjung Lesung, agar perekonomian masyarakat di wilayah penyangga dapat meningkat.

Kasi Promosi Wisata Dispar Pandeglang, Imran Mulyana mengatakan, meski memiliki keterbatasan dalam hal anggaran, untuk pengembangan destinasi wisata baru. Namun, pihaknya akan mencoba menggandeng perusahaan yang mau menjadi bapak angkat dari wisata Mangrove tersebut.

"Kita akan coba bantu pendampingan untuk pengembangan destinasi mangrove ini, dengan membantu dalam mencarikan sumber anggaran dari pihak lain. Hal ini ditempuh karena keterbatasan anggaran dana, makanya kita harus mencari sumber lain yang bisa membantu kelompok masyarakat ini," kata Imran kepada wartawan, Kamis 25 Juli 2019.

Setelah mendapat perusahaan yang bakal menyumbangkan CSR bagi pengembangan wisata disana, Dispar Pandeglang akan membekali masyarakat dengan berbagai pelatihan, salah satunya pelatihan sadar wisata. 

"Intinya kami selalu akan support setiap upaya pengembangan destinasi baru, apalagi yang dikerjakan oleh kelompok masyarakat, karena dampaknya akan langsung di rasakan oleh masyarakat lokal disekitarnya," ujarnya.

Sementara itu, salah satu penggagas Kampung Mangrove Patikang, Deden Sudiana mengaku, saat ini pengembangan wisata Mangrove disana memang membutuhkan suntikan dana baik dari pemerintah, maupun perusahaan.

"Karena pengerjaan ini baru seadanya, makanya agak lambat. Tapi mudah-mudahan ada suntikan dana," katanya.

Ketua Pokdarwis Putri Gundul itu menjelaskan, di Kampung Mangrove itu nantinya akan ada berbagai wahana, seperti spot selfi, canoeing, pelabuhan untuk pemberangkatan Pulau Liwungan dan wahana penanaman Mangrove.

"Jadi rencananya masyarakat disini akan di bina untuk budidaya Mangrove, kemudian yang bermain kesini, di haruskan menanam satu pohon Mangrove yang bibitnya di beli dari masyarakat, dengan begitu hutan mangrove akan terjaga dan masyarakat sejahtra," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.***

Bagikan: