Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

Jemaah Disarankan Tunaikan Umrah Wajib pada Malam Hari

Siska Nirmala
Kabah/DOK. PR
Kabah/DOK. PR

MAKKAH, (PR).- Jemaah Indonesia yang baru saja sampai di Kota Makkah disarankan menunaikan ibadah umrah wajib haji pada malam hari. Hal ini guna menghindari dampak kepadatan Masjidil Haram, dan cuaca panas.

Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Maskat Ali Jasmun di Kota makkah, Selasa waktu setempat, mengatakan bahwa cuaca Makkah sangat panas pada musim haji tahun ini.

Suhu Kota Makkah pada siang hari rata-rata di atas 40 derajat Celsius dan kadang bisa sampai 50 derajat Celsius, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata suhu pada hari biasa di Indonesia yang berkisar antara 26 sampai 36 derajat Celsius.

"Maka pemerintah memberikan imbauan kepada jemaah dari Indonesia yang baru sampai ke Makkah, baik dari Jeddah maupun dari Madinah, sebelumnya ketika melaksanakan umrah, dilaksanakan malam hari karena siang sangat panas," kata Maskat, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia menambahkan, menunaikan umrah wajib pada malam hari akan lebih ringan karena suhu udaranya relatif lebih rendah dibandingkan pada siang hari.

"Malam lebih tinggi intensitasnya terkait jamaah yang melakukan malam ibadah umrahnya, mereka pilih malam karena ketika selesai ademlah ya. Enggak seperti siang hari, dan ini berat, jamaah melawan cuaca saja sudah berat apalagi saat siangnya," katanya

Maskat juga mengemukakan keuntungan lain dari menunaikan ibadah umrah wajib pada malam hari.

"Kalau posisinya malam hari, misalnya masuk setelah salat isya, kemungkinan di ruang pelaksanaan tawaf itu utuh, berbeda kalau masuk ke Haram dalam waktu salat rawatib, mungkin akan terpecah karena ada adzan, kalau ada adzan, berarti ada pengelompokan jemaah laki-laki dan perempuan di tempat yang sudah ditentukan dan berbeda," katanya.

PPIH 2019 telah menempatkan petugas di pos-pos stasioner siaga membantu jemaah yang memerlukan bantuan di sekitar Masjidil Haram. Ada juga petugas yang ditugasi berkeliling.

Maskat menyarankan jemaah selepas menunaikan ibadah salat tidak langsung bergegas pulang ke pemondokan guna menghindari terjadinya penumpukan dan antrean panjang di terminal bus shalawat.

"Karena bubarnya bareng pasti menimbulkan kepadatan di terminal-terminal, maka sarannya setelah salat jangan buru-buru pulang, satu jam dulu di dalam masjid baru setelah itu pulang," katanya.***

Bagikan: