Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Tempat Pembuangan Sampah Jadi Tempat Wisata? Kenapa Tidak

Siska Nirmala
TPA Bantar Gebang.*/ANTARA
TPA Bantar Gebang.*/ANTARA

TEMPAT pembuangan sampah identik sebagai tempat kotor dan bau. Tempat tersebut juga jauh dari kunjungan warga, bahkan tidak sedikit warga yang tidak mengetahui kemana sampah-sampah mereka berakhir dengan mengenaskan.

Bagaimana jika tempat pembuangan sampah disulap menjadi tempat wisata? Inovasi ini salah satunya digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo. Seperti dilansir Kantor Berita Antara, mereka berencana akan mengembangkan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talumelito sebagai tempat wisata dan arena olah raga otomotif.

“TPA Talumelito menjadi lokasi pengelolaan sampah dari Kota Gorontalo maupun Kabupaten, indentik dengan berbau busuk. Kami berusaha untuk menjadikan tempat ini sebagai lokasi agrowisata yang keren, juga tempat edukasi dan bahkan jika disetujui sebagian lahan TPA ini akan dijadikan tempat arena atau sirkuit offroad dan motor cross,” kata Kepala UPT TPA Talumelito, M. Agus di Gorontalo, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Untuk mewujudkan hal itu, UPT Talumelito telah memproduksi sendiri cairan antibau busuk.

Cairan tersebut diklaim ramah lingkungan dan telah di ujicobakan pada mobil-mobil pengangkut sampah, serta akan digunakan pada lahan pembuangan sampah.

“Untuk menghilangkan bau busuk kami telah membuat cairan antibau dari campuran tetes tebu, air kelapa, gula batu dan MA-11. Kami mencobanya pada mobil pengangkut sampah dan berhasil,” ujarnya.

Percobaan produksi cairan antibau busuk itu akan ditingkatkan, dengan tujuan dapat digunakan pada kawasan TPA Talumelito yang luas.

Selain memproduksi cairan antibau, pengelola TPA juga membuat pupuk kompos dan gas metan yang merupakan hasil olahan sampah atau limbah.

TPA Talumelito berada di Desa Talumelito Kabupaten Gorontalo, yang melayani pengelolaan sampah kabupaten dan kota.

Dia berharap TPA Talumelito bisa menjadi tempat referensi obyek wisata baru, wahana edukasi dan arena otomotif. 

Luas lahan TPA Talumelito sekitar 25 hektare, sehingga dianggap layak ditata untuk keperluan tersebut.

Selain untuk tujuan wisata, setidaknya kunjungan ke TPA juga akan mampu mengedukasi masyarakat tentang kondisi permasalahan sampah yang tidak bisa lagi dianggap sepele.***

Bagikan: