Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

Termakan Info Hoaks Soal Tsunami, Warga Berbondong-bondong Mengungsi

Eviyanti
PETUGAS dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap menjelaskan kepada masyarakat untuk tenang dan tidak termakan info hoaks mengenai gempa bumi serta tsunami.*/EVIYANTI/PR
PETUGAS dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap menjelaskan kepada masyarakat untuk tenang dan tidak termakan info hoaks mengenai gempa bumi serta tsunami.*/EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Isu gempa bumi dan tsunami  yang viral di media sosial membuat warga yang tinggal berhadapan dengan  laut  di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah panik. Mereka berbondong mengungsi ke tempat aman  seperti ke rumah saudara, bahkan ada yang pergi ke luar kota.

Mereka yang mengungsi adalah  warga di Kelurahan  Tambakreja,  Kebonsayur, Pantai Teluk Penyu, Tegalkamulyan, Kemiran, Rawajarit, warga sekitar PLTU, Rawabendungan dan Tritih Wetan. "Mereka yang mengungsi adalah warga yang tempat tinggalnya berdekatan dan berhadapan langsung dengan pantai selatan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhi, Minggu 21 Juli 2019.

Diakui kepanikan warga dipicu oleh informasi hoaks di media sosial yang sempat viral. Beredar info mengenai terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,8 yang diikuti tsunami setinggi 20 meter,  dalam waktu  24 jam dan selama  7 hari ke depan. 

Tri Komara menyebut  banyak warga yang menanyakan hal tersebut dan  percaya terhadap hoaks sehingga  banyak yang mengungsi.  

Menghadapi kepanikan warga BPBD menurunkan tim untuk meredakan kecemasan sekaligus sosialisasi dari rumah ke rumah. Seteklah diberi pengertian mereka sudah paham dan berangsur-angsur pulang ke rumah. 

"Yang mengungsi tidak  terdata secara pasti tetapi yang jelas banyak, dan kini mereka sudah kembali ke rumah amsing-masing. Sudah menjadi kewajiban BPBD untuk  memberikan penjelasan yang benar dan menenangkan warga," kata Tri Komara. 

Hingga Minggu petang air laut kondisi tenang,  sedikit ada pasang akan tetapi kondisinya tetap normal. 

Sementara Deputy Bidang Geofisika Muhammad Sadly dalam rilisnya  mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar. "BMKG sampai saat ini tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi," katanya. 

Diakui, sebagai wilayah yang aktif gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan. Hanya saja ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, dimana, dan berapa kekuatannya. 

Berdasarkan kajian para ahli bahwa zona megathrust Selatan Jawa memiliki  potensi gempa dengan Magnitudo Maksimum M 8.8. "Tetapi ini adalah potensi bukan prodiksial sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu," katanya. 

Sejauh ini dalam menghadapi potensi gempa, Pemkab sudah  melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural dengan membangun bangunan aman gempa. Penataan tata ruang pantai yang aman tsunami dan sebagainya.***

Bagikan: