Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Tahap Pertama Reaktivasi Kereta Api, 127 Keluarga akan Tergusur

Tim Pikiran Rakyat
KABID Angkutan Dishub Pandeglang, Encep S.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN
KABID Angkutan Dishub Pandeglang, Encep S.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN

PANDEGLANG, (PR).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang memastikan land clearing di sejumlah wilayah yang dilalui jalur kereta api, sedang dilakukan proses pembersihan lahan tahap satu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Kabar Banten, Ade Taufik, jumlah kepala keluarga yang terdampak land clearing jalur kreta api sebanyak 127 kepala keluarga, dengan rincian Kelurahan Karanganyar sebanyak 25 kepala keluarga, Kabayan 10 kepala keluarga, dan Kadomas 92 kepala keluarga.

Kabid Angkutan Dishub Pandeglang, Encep S mengatakan, ada tiga kelurahan yang terdampak land clearing (pembersihan jalur), tiga kelurahan tersebut baru tahap pertama, sementara akan kembali dilanjutkan menuju Labuan.

"Segmen pertama dalam hal reaktivasi rel kereta ini, yaitu, radius nol dari Rangkas sampai Kecamatan Pandeglang. Kecamatan Pandeglang ini yang terdiri dari 3 Kelurahan, Karanganyar Kabayan dan Kadomas. Dari wilayah tersebut, kita sudah melangkah pendataan masyarakat yang menggunakan aset kereta api," ucapnya, Kamis 18 Juli 2019.

Ia mengatakan, selain aktivasi rel kereta api Rangkas-Pandeglang, ada beberapa jalur yang akan diaktifkan kembali. Seperti Saketi-Bayah, Labuan-Anyer juga akan diaktifkan kembali, sehingga roda perekonomian pariwisata bisa berjalan.

"Sesuai dengan sosialisasi yang diadakan dirjen perhubungan darat perkeretapian, tahap pertama dari Rangkas sampai ke Kadomas, tahap kedua dari Kadomas ke Labuan, nah tahap selanjutnya dari Saketi ke Bayah, tahap selanjutnya untuk menunjang pariwisata yaitu dari Labuan sampai ke Anyer," katanya.

Pengusaha lokal 

Menurutnya, dengan adanya aktivasi rel kreta api tersebut, akan menunjang kepada roda perekonomian masyarakat Pandeglang, sebab akan diprediksi bisa menghidupkan sejumlah pengusaha lokal untuk mengirimkan barang atau menjualnya.

"Kita sosialisasi kepada masyarakat, bahwa kereta api akan diaktivasi kembali. Reaktivasi kereta api ini akan menunjang roda perekonomian masyarakat Pandeglang," ucapnya.

Saat ini, Encep menuturkan, baru ada beberapa kecamatan yang sudah terdata masyarakatnya, oleh karena itu, pihaknya tengah berusaha melakukan pendataan masyarakat yang terkena dampak aktivasi

Menurut Encep, masyarakat yang terkena dampak penggusuran land clearing tdiak mendapat uang ganti rugi, hanya saja akan mendapatkan uang kerohiman.

"Kita sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tinggal bagaimana masyarakat yang tinggal di jalur rel kreta api tersebut mendapatkan kerohiman," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pandeglang, Kurnis Satria menjelaskan, reaktivasi rel KA sedikit berdampak terhadap warga yang menempati jalur tersebut. Namun, nanti akan ada solusi dari pemerintah pusat saat dilakukan penggusuran rumah.

“Kalau masyarakat ada yang dirugikan dengan reaktivasi itu kan risiko, saudara saya juga kena. Tetapi nanti akan ada kebijakan dari Direktorat Jenderal KA yang dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat," jelasnya.***
 

Bagikan: