Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Gerhana Bulan, Air di Pelabuhan Karangantu Surut

Tim Pikiran Rakyat
FOTO kolase proses fenomena alam gerhana bulan parsial.*/YULIUS SATRIA WIJAYA/ANTARA
FOTO kolase proses fenomena alam gerhana bulan parsial.*/YULIUS SATRIA WIJAYA/ANTARA

SERANG, (PR).- Surutnya air laut pascagerhana bulan merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. Seperti yang terjadi di Teluk Banten atau Pelabuhan Karangantu Kota Serang mengalami penyurutan air laut. Sehingga perahu motor nelayan tidak dapat digunakan, karena tersangkut.

Berdasarkan pantauan wartawan Kabar Banten, Rizki Putri, surutnya air laut tersebut cukup dalam, sekitar satu hingga dua meter dari permukaan. Bahkan seorang nelayan Bukhori merasa kesulitan untuk membawa perahu motornya keluar dari pelabuhan. "Surut, nempel ke lumpur, jadi tersangkut. Harus didorong pake bambu baru kita bisa keluar. Sekitar dua meteran surutnya," katanya, Rabu 17 Juli 2019.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang Tarjono menjelaskan, bulan purnama atau pun gerhana bulan berpengaruh terhadap pasang surutnya air laut. "Tetapi tidak terlalu signifikan. Menurut konfirmasi dari Polairud Kota Serang, di Karangantu memang terjadi penyurutan air laut. Akan tetapi masih dalam kategori normal atau wajar," katanya.

Ia juga mengatakan, di tahun gerhana bulan terjadi dua kali, dan gerhana matahari terjadi tiga kali, dengan satu gerhana matahari cincin. "Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan hanya terjadi pada saat fase purnama serta dapat diprediksi sebelumnya," ujarnya.

Pertama, Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada tanggal 5 dan 6 Janiari 2019, dan tidak dapat diamati dari Indonesia. Kemudian, Gerhana Bulan Total (GBT) terjadi pada tanggal 21 Januari 2019, yang juga tidak dapat diamati dari Indonesia. Selanjutnya, Gerhana Matahari Total (GMT) pada tanggal 2 Juli 2019 tidak dapat diamati di Indonesia. 

Kemudian, kemarin, pada tanggal 17 Juli 2019 terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS) dan dapat diamati dari Indonesia. "Terakhir, nanti pada tanggal 26 Desember 2019, akan ada Gerhana Matahari Cincin (GMC) dan dapat diamati dari Indonesia," ucapnya.***

Bagikan: