Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

Dampak Kekeringan, Warga Manfaatkan Air Pinggiran Sungai

Eviyanti
WARGADesa Kracak Kecamatan Ajubarang memanfaatkan air cerukan sungai atau Kali Tajum  untuk kebutuhan air minum.*/ EVIYANTI/ PR
WARGADesa Kracak Kecamatan Ajubarang memanfaatkan air cerukan sungai atau Kali Tajum untuk kebutuhan air minum.*/ EVIYANTI/ PR

CILACAP, (PR).- Sedikitnya 20.313 ribu warga di 19 Desa 12  Kecamatan di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah mengalami krisis air bersih. Tidak sedikit warga yang kemudian memanfaatkan sisa air sepanjang  pinggiran sungai yang tidak higienes  untuk dikonsumsi .

Contohnya, warga Desa Kracak dan Darmakradenan Kecamatan Ajibarang mulai menggali sumur sepanjang pinggiran sungai kemudian menyedot dan mengalirkannya  dengan mesin pompa ke rumah - rumah warga. Sedangkan warga yang tidak mampu menggali kubangan di sungai atau Kali Tajum kemudian membawanya dengan ember. 

Untuk menggali sumber mata air baru warga harus mengeluarkan uang antara Rp 1 hingga – 1,5 juta. Karena cukup mahal biayanya, penggalian sumur ditanggung beramai-ramai termasuk bahan bakar untuk mengalirkan air dari sungai ke bak penampungan air milik warga. 

"Terpaksa menggali sumur, mau bagaimana lagi  kami butuh air untuk  minum, masak sampai  cuci-cuci," kata Rasum, Kamis 18 Juli 2019.

Meski mengetahui air pinggir sungai kurang higenis, warga tidak peduli. Ada belasan sumur dadakan yang digali di sepanjang Sungai Tajum. Mereka hanya berharap ada bantuan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Ariono mengimbau agar warga  tidak sembarangan memanfaatkan air cerukan atau cekungan sekitar sungai. Soalnya air cerukan bisa jadi mengandung kuman dan bakteri.

"Melalui perangkat desa, warga yang mengalami krisis air bersih bisa langsung mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD," tuturnya.  

Air cerukan, katanya, tidak dijamin tidak mengandung kuman dan bakteri yang bisa memicu penyakit seperti diare, muntaber. Sehingga warga diminta untuk tidak sembarang mengonsumi air untuk kebutuhan air minum rumah tangga.

Meski air di masak lagi sebelum dikonsumsi,  alangkah baiknya warga menghindari pemanfaatan air cekungan dasar sungai di luar kebutuhan cuci dan mandi.

BPBD  telah menyiapkan bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan. "Bantuan air bersih ini akan didistribusikan jika ada permintaan desa yang membutuhkan kami masih memiliki stok banyak," jelasnya.

BPBD masih  memiliki stok dalam jumlah sangat cukup untuk penyaluran bantuan air bersih. Pemkab telah mengalokasikan bantuan rawan krisis air bersih sejumlah 1.000 tangki, dan akan ada penambahan kuota lagi hingga 1.000 tangki.

Sampai saat ini BPBD sudah menyalurkan 131 tangki atau setara 655.000 liter untuk 5.858 kepala keluarga atau 20.314 jiwa yang tinggal di 19 desa 12 kecamatan.***

Bagikan: