Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya berawan, 25 ° C

Batu Bara Terbakar di Atas Tongkang, Empat Hari Warga Cium Bau Menyengat

Tim Pikiran Rakyat
KONDISI batu bara pada tongkang yang terbakar selama empat hari terakhir, di perairan merak, Kamis 18 Juli 2019. Tampak asap berwarna putih terlihat keluar dari tongkang, asap tersebut cukup menyengat dan tercium hingga bibir pantai.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
KONDISI batu bara pada tongkang yang terbakar selama empat hari terakhir, di perairan merak, Kamis 18 Juli 2019. Tampak asap berwarna putih terlihat keluar dari tongkang, asap tersebut cukup menyengat dan tercium hingga bibir pantai.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Sebuah tongkang bermuatan batu bara mengalami kebakaran di Perairan Merak. Terbakarnya batu bara kabarnya telah berlangsung selama empat hari, tidak diketahui penyebab terbakarnya batu bara tersebut. 

Berdasarkan pantauan Kabar Banten, Kamis 18 Juli 2019, api dari batu bara tidak tampak dari kejauhan. Hanya kepulan asap putih yang terlihat di empat gundukan batu bara di atas tongkang bernama lambung CB 21 Banjarmasin.

Ketika didekati, api terlihat di sekeliing gundukan batu bara. Tampak api mulai merembet ke bagian tengah muatan, tercium pula bau menyengat dari kepulan asap putih. 

Ahmad Jaelani, salah satu nelayan perairan Merak mengatakan, api dari tongkang terlihat jelas pada malam hari. Ia mengaku heran belum adanya penanganan atas terbakarnya batu bara di atas tongkang. "Ini sudah empat hari, apinya tampak jelas pada malam. Kalau siang yang terlihat hanya kepulan asap putih, apinya tidak terlihat," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Jaelani mengatakan, kondisi ini mendapat perhatian dari para nelayan. Terlebih bau menyengat dari asap kerap mengganggu masyarakat pesisir pantai. "Saat tercium, menyengat sekali. Baunya tercium hingga pinggir pantai," ujarnya. 

Ia berharap pemilik tongkang segera melakukan pemadaman api. Katanya, warga pun telah melapor ke sejumlah pihak. "Ada yang sudah melapor ke polisi, juga ke KSOP Banten. Mudah-mudahan segera tertangani," tuturnya. 

Sementara itu, Kasatrolda Ditpolair Polda Banten AKBP Noman Tri Sapto mengatakan, tengah mendatangi pihak agen untuk segera dilakukan pemadaman. Ia membenarkan jika api telah muncul sejak beberapa hari terakhir. "Kami melakukan pemantauan terus terhadap kondisi tongkang. Pihak agen sedang kami datangi, agar segera dipadamkan," ungkapnya.

Noman menduga, terbakarnya batu bara karena sengatan sinar matahari. Katanya, kerap mendapati kebakaran batu bara pada tongkang setiap musim kemarau. "Dugaan sementara sih karena sengatan matahari. Kami sering mendapati batu bara terbakar di setiap musim kemarau," katanya.***

Bagikan: