Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.5 ° C

Aqua Dwipayana: Sukses Tugas dengan Menyentuh Hati Masyarakat Papua

Tim Pikiran Rakyat
null
null

CIANJUR, (PR).- Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana menegas kunci sukses prajurit TNI di Papua adalah jika dapat menyentuh hati masyarakat Papua. Untuk itu pendekatannya harus menggunakan hati dan selalu hati-hati.

Penegasan itu disampaikan Dr Aqua di depan sekitar 760 prajurit TNI AD yang bertugas di Yonif Raider 300/Brajawijaya Cianjur pada Selasa, 16 Juli 2019. Dr Aqua membawakan materi berjudul Sukses Tugas Pengamanan Perbatasan di Papua dan Istri Amanah Menjaga Kehormatan Keluarga.

Komandan Yonif Raider 300/Brajawijaya Mayor Inf Ary Sutrisno sengaja mengundang motivator internasional tersebut untuk memberikan pembengkalan kepada jajarannya yang akan tugas pengamanan perbatasan Papua. Juga menguatkan semua istri prajurit yang akan ditinggal pergi oleh suaminya yang bertugas ke sana. Rencananya pada 23 Juli 2019 mendatang sebanyak 450 orang prajurit yang langsung dipimpin Ary tugas ke sana. Mereka dari Jakarta naik Kapal Republik Indonesia milik TNI Angkatan Laut. Mereka bertugas di Papua sekitar 9 bulan.

Terkait dengan itu, lanjut Bapak dua anak ini, sebelum berangkat tugas ke Papua pelajarilah karakteristik masyarakat di sana. Informasi tentang itu bisa diperoleh dari berbagai sumber. Di antaranya dari para prajurit yang pernah tugas di sana dan dari internet.

"Dalam Ilmu Komunikasi pelajaran tentang itu  disebut Komunikasi Lintas Budaya. Semakin banyak informasi dan data yang diperoleh tentang budaya dan karakteristik masyarakat satu daerah tambah baik sebab bisa menjadi acuan saat berkomunikasi dengan mereka," jelas Dr Aqua.

Selain itu mantan wartawan di banyak media ini menyarankan agar belajar dari pengalaman prajurit-prajurit lainnya yang pernah tugas di sana. Mereka yang diterima masyarakat adalah yang dapat berbaur dengan warga dan rendah hati. Saat ketemu dengan masyarakat ketika sedang bertugas, lanjut Dr Aqua, usahakanlah untuk menyesuaikan dengan kebiasaan mereka. Sepanjang tidak melanggar norma-norma, jalan terus.

"Terpenting niatkanlah tugas di Papua sebagai ibadah. Sepenuhnya karena Tuhan sehingga selama tugas di sana tidak ada beban dan semuanya lancar. Yakinilah itu," tegas doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran ini.

Dr Aqua turut mendoakan agar semua prajurit Yonif Raider 300/Brajawijaya lancar melaksanakan tugas-tugas. Sembilan bulan kemudian seluruhnya kembali ke Cianjur dalam keadaan sehat dan selamat.

Tugas Mulia

Kepada seluruh istri prajurit yang tergabung dalam Persit, penulis banyak buku _best seller_ ini berpesan agar mengikhlaskan suaminya tugas ke Papua. Ini sangat penting karena berpengaruh besar pada kesuksesan pasangan hidupnya selama berada di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

"Teruslah berkomunikasi dengan suaminya. Utamakan pikiran yang positif sehingga saat komunikasi sama-sama nyaman. Jangan lupa untuk saling mendoakan," ujar Dr Aqua

Pria yang hobi silaturahim ini mengingatkan bahwa tidak semua tempat di wilayah Papua ada sinyal telefon. Jadi bisa saja sewaktu mengontak suaminya tidak ada nada panggil. Jika kejadiannya seperti ini jangan langsung curiga pada suamimya.

Di awal sharing Aqua mengucapkan selamat ke semua prajurit yang mendapat tugas mulia dan terhormat ke Papua. Tidak semua prajurit memperoleh amanah itu.

"Selamat ya termasuk kepada semua istri prajurit. Ini adalah kepercayaan besar dari negara yang tidak dapat digantikan oleh uang berapapun. Untuk itu kesempatan ini jangan disia-siakan dan disalahgunakan," tegas Dr Aqua yang telah memotivasi ratusan ribu orang di seluruh Indonesia dan puluhan negara.

Hadiah Umrah

Di akhir acara Dr Aqua memberikan hadiah umrah kepada salah seorang yang hadir. Pemrakarsa dan penanggung dana rombongan umrah The Power of Silaturahim (POS) 1, 2, dan 3 itu mempersilakan Komandan Yonif Raider 300/Brajawijaya Mayor Inf Ary Sutrisno untuk menunjuk orangnya.

"Alhamdulillah Pak Aqua memberi hadiah untuk satu orang umrah kepada kita. Saya memutuskan hadiah tersebut diberikan ke Ibu Wiwin Suharyanti," ujar Ary yang disambut tepuk tangan riuh dari yang hadir. Sedangkan Wiwin yang duduknya termasuk di barisan depan kaget dan langsung histeris dengan sujud syukur. "Ya Allah, mimpi apa saya? Allahu Akbar...,"  kata Wiwin dengan linangan air mata.

Banyak Ibu Persit lainnya termasuk istri Ary, Fitriah Burhan yang menangis. Mereka ikut bahagia atas hadiah umroh yang diperoleh Wiwin. Rencananya Wiwin berangkat 2020 ini bersama rombongan umrah POS 4. Ustadz Nurcholis MA Basyari tetap memimpin rombongan itu. "Makasih banyak Pak Aqua untuk hadiah umrahnya. Selama ini dedikasi Bu Wiwin luar biasa. Beliau guru sukarela yang bekerja tulus ikhlas di PAUD di asrama kami. Juga beliau taat beribadah," jelas Ary. ***

 

 

 

Bagikan: