Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

2019, Akan Ada 4 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Muhammad Ashari
PEKERJA beraktivitas di area instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 21 Juni 2019 lalu.*/ANTARA
PEKERJA beraktivitas di area instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 21 Juni 2019 lalu.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dikonsentrasikan di 4 daerah pada tahun ini. Dalam perencanaan, ada 12 daerah secara keseluruhan yang menjadi lokasi pembangunan PLTSa.

Keempat daerah yang didahulukan pada tahun ini adalah Surabaya, Bekasi, Jakarta dan Solo. 

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Agung Pribadi mengatakan, Kota Surabaya diproyeksikan menjadi kota pertama yang akan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Surabaya akan memiliki PLTSa dengan kapasitas 10 megawatt dari volume sampah sekitar 1.500 ton/hari.

“Nilai investasi PLTSa di Surabaya sekitar 49,86 juta dollar AS,” katanya sebagaimana dilansir dari Sekretariat Kabinet, Kamis, 18 Juli 2019.

Setelah Surabaya, prioritas kemudian diarahkan ke Bekasi. Nilai investasi PLTSa di Bekasi sebesar 120 juta dollar AS dengan daya 9 MW. Selanjutnya, ada tiga pembangkit sampah yang berlokasi di Surakarta (10 MW), Palembang (20 MW) dan Denpasar (20 MW).

Total investasi untuk menghasilkan setrum dari tiga lokasi yang mengelola sampah sebanyak 2.800 ton/hari sebesar 297,82 juta dollar AS.

Sisanya, DKI Jakarta sebesar 38 MW dengan investasi 345,8 juta dollar AS, Bandung (29 MW – USD 245 juta), Makassar, Manado dan Tangerang Selatan dengan masing-masing kapasitas sebesar 20 MW dan investasi yang sama, yaitu 120 juta dollar AS.

“Pembangunan PLTSa di kota-kota tersebut, termasuk Bali, dimonitor langsung oleh Presiden Joko Widodo,” katanya.

Kementerian ESDM sendiri, menurut Agung, terhitung sejak tahun 2019 hingga 2022 mendatang, berkomitmen untuk membangun 12 PLTSa. Ke-12 pembangkit tersebut akan mampu menghasilkan listrik hingga 234 Megawatt (MW) dari sekitar 16 ribu ton sampah per hari.

Ia menambahkan, kehadiran PLTSa akan membantu menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan sesuai Nawacita Pemerintahan Joko Widodo–Jusuf Kalla.

“Semangat dari pembangunan PLTSa ini tidak hanya terletak pada urusan penyediaan listrik semata. Pemerintah bertekad membenahi manajemen sampah demi menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar Agung.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kemajuan pembangunan fisik PLTSa di Surabaya sudah 80%. Saat ini yang masih harus diselesaikan adalah persoalan administrasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Katanya, Juli (masalah administrasi) diselesaikan. Mungkin November (PLTSa) sudah jadi,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Selasa, 16 Juli 2019.

Pembangunan PLTSa di 12 daerah telah menjadi program strategis pemerintah pusat. Peraturan presiden juga telah diterbitkan pada tahun 2018 dengan judul Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.***

Bagikan: