Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Tujuh Provinsi Alami Kekeringan, Termasuk Jawa Barat

Siska Nirmala
WARGA mencuci wajahnya di aliran Sungai Cipamingkis yang mengering di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 4 Juli 2019. Sebagian besar warga di wilayah tersebut memanfaatkan air dari dasar dan sisa aliran sungai Cipamingkis yang mengering di musim kemarau untuk kebutuhan mencuci dan mandi.*/ANTARA
WARGA mencuci wajahnya di aliran Sungai Cipamingkis yang mengering di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 4 Juli 2019. Sebagian besar warga di wilayah tersebut memanfaatkan air dari dasar dan sisa aliran sungai Cipamingkis yang mengering di musim kemarau untuk kebutuhan mencuci dan mandi.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan kekeringan terjadi di tujuh provinsi di Indonesia.

"Banyak lokasi yang terjadi kekeringan, seperti  di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur," katanya di Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia menjelaskan secara keseluruhan terdapat sebanyak 79 kabupaten/kota di tujuh provinsi tersebut yang mengalami kekeringan dengan perincian 1.969 desa/kelurahan di 556 kecamatan.

BNPB memperkirakan masih ada wilayah lain yang juga akan mengalami kekeringan karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau 2019 akan terjadi pada pertengahan Agustus.

"BNPB sudah mempersiapkan dana siap pakai apabila ada daerah yang kekeringan dan memerlukan bantuan," katanya.

Selain itu, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing daerah juga tetap berupaya mengatasi kekeringan bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat.

"Pengiriman air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan terus dilakukan menggunakan mobil-mobil tangki. BPBD juga mengupayakan pembuatan sumur bor dan hidran umum," katanya.

Di beberapa wilayah, terutama yang mengalami hingga 60 hari tanpa hujan, kata dia, juga sudah dilakukan operasi udara untuk membuat hujan buatan. Namun, data rinci tentang operasi tersebut masih dikumpulkan.

"BNPB dan BPBD juga berupaya dengan melakukan kampanye hemat air," katanya.***

Bagikan: