Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

TNI dan Polri Harus Antisipasi Revolusi Industri 4.0

Muhammad Ashari
REVOLUSI industri 4.0/DOK. PR
REVOLUSI industri 4.0/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- TNI dan Polri harus dapat mengantisipasi peluang dan ancaman yang ditimbulkan dari Revolusi Industri 4.0. Perkembangan teknologi dalam Revolusi Industri 4.0 bisa meningkatkan kecanggihan sarana-prasarana TNI/Polri, namun pada saat bersamaan dapat pula menimbulkan jenis kejahatan baru.

Presiden Joko Widodo menekankan tentang dampak Revolusi Industri 4.0 itu dalam arahannya ketika melantik 781 perwira TNI/Polri di Istana Merdeka, Selasa, 16 Juli 2019. Saat itu, Jokowi menjadi Inspektur Upacara Prasetya Perwira TNI/Polri.

Jokowi mengatakan, dalam dunia kemiliteran dan kepolisian, kini sudah ada perkembangan yang signifikan terkait dampak teknologi Revolusi Industri 4.0. Perkembangan itu meliputi pembaharuan strategi, taktik, doktrin dan sistem persenjataan TNI. Dalam dunia kepolisian, penanganan kejahatan digital, penegakkan hukum serta perlindungan dan keamanan masyarakat pun semakin berkembang canggih.

“Semua ini harus dihadapi dengan respon yang cepat, respon yang cerdas,” katanya.

Jokowi mengatakan, tantangan yang dihadapi ke depan akan semakin berat. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat. Revolusi  industri 4.0  telah melahirkan banyak teknologi baru dan mengubah cara-cara hidup masyarakat dunia.

Dampak baik namun berisiko

Media sosial telah mengubah cara berkomunikasi dan berinteraksi. Hal itu memiliki dampak baik, namun juga banyak risiko.

“Dunia semakin kompleks dan penuh juga dengan kejutan-kejutan yang sering jauh dari kalkulasi kita. Sekali lagi, kecepatan, kompleksitas dan ketidakterdugaan adalah ciri baru dari dunia internasional yang berubah saat ini,” katanya.

Kepada perwira TNI/Polri yang dilantik, Jokowi juga menekankan supaya tidak mengecewakan negara dan bangsa. Anggota TNI/Polri adalah penjaga terdepan negara.

Para perwira yang dilantik, dikatakan dia, telah melewati proses penyaringan yang ketat serta gemblengan yang berat.

“Saudara-saudara adalah penjaga masa depan bangsa ini. Kejayaan Indonesia sudah ada di depan mata, tetapi harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. Masa depan yang penuh harapan, tapi juga penuh dengan tantangan-tantangan besar,” tuturnya.***

Bagikan: