Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Perahu "Senang hati" Dihantam Gelombang Setinggi 4 Meter, Seorang Nelayan Hilang

Eviyanti
*/DOK. PR
*/DOK. PR

CILACAP, (PR).- Tiga nelayan terpental ke laut setalah perahu "Senang Hati" yang ditumpanginya terbalik akibat ditabrak gelombang setinggi 4 meter di Pantai Lengkong Cilacap Selatan, Cilacap, Selasa, 16 Juli 2019. Dari ketiga anak buah kapal (ABK) berjenis fiberglass itu, dua orang berhasil diselamatkan nelayan lainnya, namun satu ABK lagi terseret ombak dan menghilang. 

Hingga Selasa petang pencarian terhadap nelayan yang hilang masih terus dilakukan. Nelayan yang masih dalam pencarian itu bernama Watino warga  Desa Lengkong. Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian antara lain Basarnas Cilacap, SAR, dan nelayan setempat. Pencarian sempat terkendala ombak besar karena cuaca buruk sedang berlangsung di pesisir selatan Jawa Tengah.

Yatman (45) salah seorang nelayan di Lengkong mengatakan, peristiwa terjadi ketika tiga orang tersebut melaut dengan menggunakan perahu dengan nama lambung  "Senang Hati". Mereka adalah Watino, Sanan, dan Kus.

"Ketika itu kapal sedang mengejar ombak agar perahu bisa terbawa arus sampai ke tengah, akan tetapi tiba-tiba datang ombak yang lebih besar dan menghantam perahu sehingga mengakibatkan perahu terbalik. Ketika ABK terpental ke laut, Kus dan Sanan berhasil ditolong oleh nelayan yang sedang melaut pagi itu juga. Akan tetapi Watino menghilang terbawa gelombang laut," katanya.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono menambahkan peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, pihaknya menerima laporan satu jam kemudian. "Kami segera menerjunkan personel Basarnas untuk melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan dan nelayan," katanya.

Dalam operasi pencarian tersebut, kata dia, tim SAR gabungan terbagi atas dua regu, masing-masing melakukan penyisiran di darat dan penyisiran di laut dengan menggunakan "Rigit Infatable Boat (RIB)". Radius pencarian ke arah timur hingga PLTU Karangkandri dan ke arah barat hingga Teluk Penyu. Diakui pihaknya mengalami kendala karena gelombang saat ini cukup tinggi, mencapai diatas 2 meter. "Arusnya juga cukup kencang ke arah barat," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Kelompok Nelayan "Pandanarang" Pantai Teluk Penyu Tarmuji mengakui jika sejak beberapa hari terakhir, sejumlah nelayan nekat melaut meskipun gelombang tinggi masih sering terjadi. Sebab saat ini sedang musik ikan. "Nelayan nekat karena saat ini sedang musim ikan. Musim yang ditunggu sejak berbulan-bulan, meski ombak tingga banyak nelayan yang tetap nekat," jelasnya.***

Bagikan: