Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

920 Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Korbannya Kaum Milenial

Tim Pikiran Rakyat
null
null

CILEGON, (PR).- Sepanjang 2018, sekitar 920 kasus tentang penyalahgunaan narkotika berhasil diungkap.Hal itu dikatakan oleh kepala Badan Narkotika Nasional  Provinsi Banten (BNNP) Brigjen Pol.Tantan Sulistiana di sela-sela peringatan Hari Anti narkoba di alun-alun Kota Cilegon. Dari ratusan kasus tersebut, sebagian besar korban penyalahgunaan narkoba adalah kaum milenial.

“Jika selama setahun kasus yang terungkap sekitar 920, maka bisa dipastikan bahwa setiap harinya kasus yang terungkap mencapai 2 hingga 3 kasus, dan sebagian korban dan pelaku penyalahgunaan narkoba ini dalam rentan usia 18-25 tahun, atau pada usia yang produktif,” katanya, Selasa 16 Juli 2019.

Dia mengatakan, Banten merupakan wilayah yang strategis, baik itu wilayah edar, lintasan, produksi, maupun jadi tempat transit. Dan, dari delapan kabupaten kota yang ada di Banten,kata dia, dilihat dari ranking jumlah kasus yang terungkap, pertama Kota Tangerang, Tangsel, Kabupaten Tangerang, dan Kota Cilegon.

“Kenapa Tangerang raya menduduki teratas, karena merupakan wilayah penyangga ibu kota dan di sana semuanya serba ada. Mulai dari perumahan elit, industri, serta semuanya terjamin. Untuk itu, pihaknya mencoba menutup ruang gerak bagi pengedar maupun pemakai dengan melakukan pengawasan yang melekat,” ujarnya.

Peredaran narkoba, kata dia, melakukan target di tempat-tempat strategis seperti bandara, pelabuhan Merak maupun Bojonegara dan semuanya.Tercatat Banten memiliki 11 pelabuhan. Selain itu juga ada sejumlah pelabuhan milik masyarakat dan kami terus awasi.Kami mengambil pengalaman kejadian sabu seberat 1 ton di pantai Anyer yang distribusi melalui eks hotel yang tidak terpakai,kami akan semua awasi dengan ketat.

“Untuk jenis narkoba yang beredar di Banten sejauh ini ada 3, yakni Ganja, Sabu dan Ekstasi. Sebetulnya selain ketiga ini, ada juga yang menggunakan obat legal namun,  masuk kedalam jenis obat keras yang dikonsumsi hingga memiliki efek sama seperti narkoba jenis lain,yakni eximer dan tramadol," tuturnya

Sementara itu Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, kondisi Kota Cilegon yang menjadi tempat transit memang sudah bukan rahasia umum. Oleh karena itu, Pemkot Cilegon berupaya untuk melakukan beberapa hal guna mencegah peredaran narkoba di Cilegon.

"Banyak hal yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon guna mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.Diantaranya Kelurahan seperti Mekarsari kami jadikan daerah binaan, yang bebas narkoba. Selain itu, kami juga selalu menggelar sosialisasi, penyuluhan, tindak pencegahan, razia dan lain-lain.Butuh peran serta masyarakat untuk terus memerangi narkoba,” ungkapnya kepada wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto.***

Bagikan: