Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Ada Guru Tinggal di Sebelah Toilet, Camat Kena Marah Bupati

Tim Pikiran Rakyat
SEORANG guru honorer Nining (44) yang tinggal di sebelah toilet SD Negeri Karyabuana 3.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN
SEORANG guru honorer Nining (44) yang tinggal di sebelah toilet SD Negeri Karyabuana 3.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN

PANDEGLANG, (PR).- Salah seorang guru honorer Nining (44) yang tinggal di sebelah toilet SD Negeri Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, menjadi salah satu tolak ukur Kabupaten Pandeglang masih tertinggal. Keberadaan guru honorer itu pun menjadi viral, namun Bupati Pandeglang Irna Narulita membantah kalau yang bersangkutan tinggal di toilet.

Bupati Pandeglang Irna Narulita menyebutkan, guru honorer yang tinggal eks. toilet sekolah bukan karena tidak mampu, melainkan karena menginginkan tinggal di sebelah WC.

"Jadi ada TKS pengen jadi guru suka bantu kepala sekolah, ternyata mereka enak numpang di situ. Sebelahnya WC bukan di dalam WC. Sebelahnya itu ada ruangan yang bisa ditinggali, dia buat rumah sendiri belum bisa, terus dia bisa jaga keamanan sekolahnya," ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya sudah memarahi pihak kecamatan, selain itu dia juga meminta untuk segera menindaklanjuti dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, agar bisa segera diselesaikan

"Saya marahin camatnya, kamu digoreng-goreng media baru, harusnya kepala sekolahnya panggil, koordinasi yang urgent dengan Dinas Perkim, dengan Dinsos. Jadi hal yang bisa diselesaikan ya selesaikan, jangan semua ke bupati. Harus segera ditindaklanjuti, kalau tidak bisa tahun ini maka Kadis Perkim juga jangan tabrak aturan, tahun 2020 harus terealisasi jangan sampai lewat lagi," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Sekmat Cigeulis, Encep Hadikusuma mengatakan, pihaknya sudah berkumpul di kecamatan dengan korwilnya dan kepsek, dan akan membangunkan rumah untuk Nining.

"Sebenarnya itu sudah ditolak, baik itu komite maupun kepala sekolah, termasuk BPD itu menolak. Kami bukan mengizinkan sebetulnya, akan tetapi dengan terpaksa mengizinkan yang bersangkutan tinggal di tempat itu. Memang keluarga ibu Nining itu termasuk keluarga yang tidak mampu, bikin rumah di luar lingkungan sekolah. Akhirnya kami sudah sepakat akan membangunkan rumah yang layak huni dari dana swadaya, insya Allah dalam waktu yang cepat 4-5 hari ke depan sudah selesai," katanya.

Selain itu, salah satu anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Yangto mengatakan, dirinya akan segera berkordinasi dengan Dinsos Pandeglang, apakah sudah termasuk waiting list RTLH atau belum.

"Coba nanti saya koordinasikan sama dinsos ya, saya baru lihat di media aja, nanti coba kita cari solusinya. Mungkin belum ke daftar aja," katanya.***
 

Bagikan: