Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 18.6 ° C

Seorang Dokter Menghilang Misterius

Wilujeng Kharisma
ILUSTRASI profesi dokter.*/ANTARA
ILUSTRASI profesi dokter.*/ANTARA

BANTUL, (PR).- Keberadaan seorang dokter di PKU Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Ayu Cahyaning Pramesti (29), hilang  misterius setelah pamit pada suaminya untuk bekerja pada Rabu 10 Juli 2019. Hingga Minggu 14 Juli 2019 masih belum ditemukan dan tak ada kabar berita.

Sang suami, Edy Sutrisno pun membuat laporan ke Polres Bantul untuk mencari keberadaan istrinya. "Perginya sejak hari Rabu pagi. Tanggal 10 Juli. Dan sampai sekarang tidak tahu ada dimana," kata Edy, mulai bercerita ketika ditemui di rumahnya di kampung Karang RT 043, Dusun Kaliputih, Desa Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Minggu 14 Juli 2019.

Edy menuturkan antara dirinya dan sang Istri sebelumnya tidak pernah terjadi apa-apa.Hubungan mereka selama ini baik-baik saja. Pada Rabu (10/7/2019) pagi, kata dia, istrinya tersebut  masih sempat membuatkan sarapan untuk anak mereka yang masih berusia dua tahun. Saat itu semuanya masih berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang aneh ataupun janggal.

"Rabu pagi jam delapan istri saya pergi untuk bekerja. Namun sekitar jam 08.30 balik lagi. Karena telefon genggamnya ketinggalan," ujarnya.

Edy yang juga perawat di RSUD Kabupaten Bantul ini menuturkan, tak lama setelah istrinya pamit kerja. Ia kemudian berangkat kerja. Anak mereka yang masih berusia dua tahun, dititipkan kepada tetangga.

Hari itu, Edy bekerja sampai petang. Karena kebetulan waktu itu menurutnya ada pasien yang sedang menjalani operasi. Ia mengaku sepanjang hari itu tidak sempat berkomunikasi dengan istri.

"Sekitar pukul enam sore saya WhatsApp dia. Saya minta untuk menjemput anak. Karena tadi pagi saya titipkan ke tetangga," katanya. 

Pesan WhatsApp terkirim. Namun tidak ada respons. Sampai Edy pulang ke rumah menurutnya tak kunjung ada balasan."Saya pulang dan saya ambil anak dari tetangga," ucapnya.

Tidak ada respons

Edy menuturkan hingga malam ia berusaha berkali-kali menghubungi istrinya Namun tidak ada respons. Ia menunggu hingga larut malam. Namun, pada Kamis (11/7/2019) dini hari sekitar pukul 1.43 WIB. Tiba-tiba ada pesan WhatsApp dari Ayu.

Menurut Edy, pesan itu berisi permintaan izin untuk konsentrasi belajar mengikuti pelatihan ACLS (Advanced Cardiac Life Support) di bidang Kedokteran. ACLS ini merupakan keterampilan yang diperuntukkan bagi dokter umum untuk penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan kardiovaskuler.

"Tapi saya kurang yakin. Pikiran saya sudah kemana-mana. Masa pelatihan sampai selarut itu. Saya telefon tapi ditolak. Hingga saat ini saya tak bisa menghubunginya,” tuturnya.

Edy mengaku sudah berusaha mencari keberadaan sang istri dengan menelefon teman-teman istrinya sejak tidak bisa dihubungi. Termasuk menghubungi dan bermusyawarah bersama pihak keluarga. Namun nihil. Ia kemudian memutuskan untuk lapor kepada pihak berwajib, meminta bantuan. 

"Hari Jumat (12/7/2019) siang, saya lapor ke Polsek Sewon. Tapi karena personel terbatas. Saya disarankan melapor ke polres Bantul. Jumat sore, kemudian saya laporan resmi ke Polres Bantul," ucapnya.

Selama empat tahun pernikahan bersama istrinya, Edy mengaku tidak merasakan ada sesuatu yang janggal. Semua kehidupan berjalan seperti biasanya.

Selama hidup bersama, ia mengaku cukup mengenal baik terhadap istrinya. Tidak pernah menerima tamu mencurigakan atupun mengikuti kajian tertentu.

Hanya saja, ketika mahasiswi, menurut Edy, istrinya itu sempat bercerita bahwa Ia pernah ikut sayap kader salah satu partai politik. "Tapi itu lama sekali. Sudah nggak sekarang. Dan saya juga tidak tahu itu, benar apa nggak. Kan nggak ada buktinya. Kartu anggota misalnya," katanya.

Semua normal

Edy menceritakan  semenjak menikah, Ayu ikut dengannya dan sepengatahuan dia, Ayu tidak pernah ikut dalam kajian tertentu. Semua normal seperti ibu dalam rumah tangga pada umumnya. 

Satu-satunya kejadian yang menurut Edy paling mencurigakan adalah sering pulang terlambat. Tiga hari sebelum pergi meninggalkan rumah, Ayu menurut dia sering pulang setelah Maghrib.

"Biasanya jam 4 sore sudah pulang. Tiga hari itu, sebelum pergi, pulang kerja setelah Maghrib terus. Alasannya belanja. Istri saya memang suka belanja," tuturnya.

Selain tiga hari pulang terlambat, sesuatu yang menurut Edy cukup mencurigakan dari istrinya sebelum pergi adalah sempat membeli power bank.

Power bank tersebut diletakan di-jok sepeda motor. Menurut Edy, ketika ditanya kegunaan dari power bank tersebut, Ayu hanya menjawab datar. Untuk antisipasi apabila handphone baterainya habis.

Padahal, sepengatahuan dirinya, Ayu merupakan tipe perempuan yang jarang sekali bermain handphone. Bahkan, dalam satu hari, Ayu menurut Edy, bisa tidak bermain handphone.

"Saya curiganya di situ. Jika dihubung-hubungkan. Power bank itu ada hubungannya dengan kepergian istri saya," ungkapnya.***

Bagikan: