Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian cerah, 15.5 ° C

Paul Connett: Hentikan Impor Sampah dari Negara Maju

Siska Nirmala
PETUGAS memperlihatkan sampah impor dari Australia, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 9 Juli 2019.*/REUTERS
PETUGAS memperlihatkan sampah impor dari Australia, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 9 Juli 2019.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Ahli toksikologi dan kimia lingkungan sekaligus aktivis lingkungan asal Amerika Serikat Prof Emeritus Paul Connett mengatakan negara-negara maju harus bertanggung jawab sendiri atas limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan, bukan justru mengirimnya ke negara berkembang.

"Ini adalah isu besar. Saya pikir negara-negara di Asia Tenggara punya hak dan seharusnya melarang impor sampah karena sampah meracuni lingkungan dan manusia," kata Paul yang merupakan salah satu penggagas konsep nol sampah (zero waste) usai konferensi pers Zero Waste Campaign Tour oleh Prof Paul Connett kepada Antara di Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Paul mengampanyekan tentang zero waste sebagai solusi yang berkelanjutan untuk permasalahan sampah di dunia dan menolak penerapan insinerator atau alat pembakar sampah tidak mendukung keberlanjutan lingkungan.

Dia mengatakan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada serta sejumlah negara di Uni Eropa tidak seharusnya mengirimkan limbah ke luar negeri terutama ke negara-negara berkembang, melainkan harus mampu mengelola sendiri seperti pesan yang mereka sampaikan kepada banyak pihak untuk mengelola dan memilah sampah.

"Jika anda menghasilkan limbah, maka anda harus mengurusnya. Jika anda tidak ingin mengurus limbah anda, maka jangan membuatnya. Jadi pesan ke Amerika (negara-negara maju) adalah jangan kirim limbah ke luar negeri, anda harus mengelolanya," ujar dia.

Dia mengatakan Indonesia juga dapat membuat peraturan untuk melarang impor B3 karena berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan.

"Ini adalah perbuatan yang tidak adil jika membuang sampah anda sendiri ke negara lain," ujar dia.

Dia mengatakan tindakan negara yang membuang limbahnya ke negara lain menunjukkan ada masalah dalam kemampuan mereka mengelola dan memproses sampah.

"Kita harus seaktif mungkin untuk mempromosikan zero waste di mana-mana," tuturnya.***

Bagikan: