Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 18.6 ° C

Jenazah Korban Mutilasi, KW, Dijemput Keluarga untuk Dimakamkan di Temanggung

Eviyanti
APARAT Polres Banyumas menggotong peti jenazah KW yang dijemput keluarganya di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Minggu, 14 Juli 2019. Jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah milik Polres Banyumas dan langsung menuju tempat kelahirannya di Kedu, Kabupaten Temanggung, untuk dimakamkan di sana.*/EVIYANTI/PR
APARAT Polres Banyumas menggotong peti jenazah KW yang dijemput keluarganya di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Minggu, 14 Juli 2019. Jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah milik Polres Banyumas dan langsung menuju tempat kelahirannya di Kedu, Kabupaten Temanggung, untuk dimakamkan di sana.*/EVIYANTI/PR

PURWOKERTO, (PR).- Jenazah KW (51), korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di dua lokasi pembakaran, telah dijemput suami dan kakak kandungnya di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Minggu, 14 Juli 2019. Keluarga korban yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) Kemenag Kota Bandung tersebut meminta agar pelaku dihukum seberat beratnya.

Jenazah ketika dijemput sudah dimasukkan ke dalam peti dan dibawa langsung ke Kedu, Kabupaten Temanggung, tempat kelahirannya. Jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah milik Polres Banyumas, dan akan dimakamkan di tempat kelahirannya. 

"Soal hukuman, kami serahkan kepada pihak kepolisian. Namun, kami berharap  pelaku dihukum seberat-beratnya. Kami, keluarga, secara mental belum stabil menerima kabar kematian adik saya seperti ini," kata kakak korban, Samjadi, di Instalasi Kedokteran Forensik dan Mediko Legal, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, usai serah terima jenazah dari Polres Banyumas kepada  keluarga KW, Minggu, 14 Juli 2019.

Samjadi mengatakan, keluarga besar KW juga mengapresiasi keberhasilan jajaran Polres Banyumas. Aparat Polres Banyumas telah berhasil menangkap pelaku dan membongkar kejahatan yang dilakukan tersangka Deni Prianto terhadap adik kandungnya.

APARAT Polres Banyumas menggotong peti jenazah KW yang dijemput keluarganya di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Minggu, 14 Juli 2019. Jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah milik Polres Banyumas dan langsung menuju tempat kelahirannya di Kedu, Kabupaten Temanggung, untuk dimakamkan di sana.*/EVIYANTI/PR

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, menambahkan, jenazah KW sudah diserahkan kepada keluarga korban setelah kepolisian memastikan bahwa jenazah korban mutilasi adalah KW. "Berdasarkan  penyelidikan secara manual, seperti pengakuan tersangka, barang bukti milik tersangka dan korban, serta hasil kesimpulan outopsi dari susunan gigi korban, adalah sama gigi sebelah kanannya gingsul. Sekitar 99 persen menyatakan bahwa jenazah korban adalah Ny KW," katanya.

Menurut dia, rangkaian penyidikan awal sudah selesai. Saat ini, tim penyidik sudah memiliki gambaran jelas dan rangkaian cerita yang sudah lengkap. Tersangka sudah mulai jujur setelah sebelumnya keterangan selalu berubah-ubah.   

Untuk meyakinkan kasus pembunuhan yang dilakukan Deni, warga Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, kata Bambang, penyidik akan melakukan rekonstruksi. Rekonstruksi itu akan dilakukan di Banyumas dan di Bandung. Selain itu, akan ada prarekontruksi untuk memastikan rangkaian kejahatan yang dilakukan Deni yang juga residivis kasus penculikan mahasiswi di Banyumas.

Korban dibunuh karena minta dinikahi

Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, selama pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik, tidak tersirat jika pelaku menyesali perbuatannya. "Tidak ada penyesalan,  justru dia menyesal karena tertangkap," katanya.

Kasus pembunuhan disertai mutilasi itu merupakan kejahatan terencana. Sejak Kamis, tersangka sudah berada di Bandung untuk melakukan persipan pembunuhan. Antara lain, ia mengontrak rumah dan membeli palu yang digunakan untuk menghantam korban. Tersangka juga meminta korban untuk membawa BPKB karena sejak awal memang berkeinginan menguasai harta korban.

KAPOLRES Banyumas, Bambang Yudhantara Salamun, menyaksikan pemberangkatan jenazah KW yang dijemput keluarganya di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Minggu, 14 Juli 2019. Jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah milik Polres Banyumas dan langsung menuju tempat kelahirannya di Kedu, Kabupaten Temanggung, untuk dimakamkan di sana.*/EVIYANTI/PR

"Keduanya sudah berkencan empat kali sejak berkenalan melalui medsos, awalnya memang hanya untuk senang-senang dan memanfaatkan materi korban," imbuhnya.

Namun, saat pertemuan ke tiga, rencana Deni berubah ketika korban meminta pertanggungan jawab yakni menuntut untuk dinikahi. Sejak itu, Deni berniat untuk membunuh korban serta menguasi kendaraan milik korban.

Niat membunuh dilakukan pada pertemuan ke empat. Pelaku meminta agar KW membawa BPKB. Kemduian, terjadilah pembunuhan hingga berlanjut memutilasi dan membakar tubuh wanita yang telah bersuami tersebut untuk menghilangan jejak.***

Bagikan: