Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian berawan, 24.9 ° C

Joko Widodo dan Prabowo Subianto Akhirnya Bertatap Muka

Muhammad Ashari
PRESIDEN Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT bersama-sama.*/ANTARA FOTO
PRESIDEN Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT bersama-sama.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo dan Calon Presiden Prabowo Subianto akhirnya bertemu, Sabtu, 13 Juli 2019. Pertemuan keduanya diselingi dengan menjajal mass rapid transit (MRT) dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Senayan dan diakhiri dengan makan siang bersama di restoran Sate Khas Senayan, Mall FX Sudirman. 

Dalam konferensi pers di Stasiun MRT Senayan, Jokowi mengatakan, pertemuan telah direncanakan lama. Namun padatnya agenda masing-masing membuat pertemuan baru bisa dilaksanakan Sabtu, 13 Juli 2019. Prabowo dikatakannya kerap pergi ke luar negeri dan ia pun disibukkan juga dengan kunjungan kerja ke berbagai daerah.  "Alhamdulillah pagi hari ini kita bisa bertemu dan mencoba MRT karena saya tahu, Pak Prabowo belum pernah mencoba MRT," ujarnya. 

Jokowi juga menyinggung tentang Pemilu 2019 yang telah berlalu. Ia mengaku bahwa kontestasi Pilpres 2019 berlangsung dengan sangat keras, baik di antara dirinya dengan Prabowo, maupun di antara masing-masing pendukung. Pertemuan di stasiun MRT itu dimaknainya sebagai upaya silaturahmi setelah kompetisi Pemilu 2019 yang sengit itu selesai. 

"Alhamdulilah, sekali lagi, sebagai sahabat, kawan, saudara, saya sangat berterimakasih atas pengaturan sehingga kami bisa bertemu dengan Pak Prabowo. Kita juga berharap agar para pendukung melakukan hal sama karena kita adalah negara sebangsa dan setanah air," katanya. 

Ia kemudian mengajak supaya semua elemen bangsa merajut kembali persatuan. Kompetisi global saat ini dikatakannya semakin ketat sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam membangun negara. "Tidak ada lagi yang namanya 01, tidak ada lagi yang namanya 02, tidak ada lagi yang namanya cebong, kampret. Yang ada adalah garuda, Garuda pancasila," kata Jokowi. 

Disinggung mengenai kemungkinan koalisi dengan masuknya Gerindra dalam pemerintahan, Jokowi mengatakan akan merundingkannya dengan partai politik koalisi dan juga relawan. "Saya kira Pak Prabowo juga sama (akan berunding terlebih dahulu)," ujarnya. 

Bincang-bincang 17 menit

Politisi PDI Perjuangan sekaligus Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pertemuan Jokowi dan Prabowo sudah digagas cukup lama. Adapun pilihan lokasi bertemu di stasiun MRT dikatakannya merupakan pilihan Jokowi dan Prabowo. Begitu juga dengan pilihan makan siang di Sate Khas Senayan. 

Selama perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Senayan, menurut Pram, keduanya menghabiskan waktu berbincang-bincang selama kurang lebih 17 menit. Hanya Jokowi dan Prabowo yang mengetahui isi perbincangan selama perjalanan di MRT. 

Pramono menyatakan harapannya bila kedua tokoh itu bisa terus bekerja sama ke depannya. Ia pun menyatakan bahwa pertemuan lanjutan antara keduanya pasti akan terjadi. Menurutnya, setelah kompetisi yang berlangsung dengan cukup sengit, pertemuan keduanya diharapkan bisa menyejukan suasana secara perlahan. 

"Menurut saya ini adalah simbol yang sangat baik bagi dua pemimpin ini dan harapannya pendukung (Jokowi dan Prabowo) bisa melakukan hal yang sama," katanya.***

Bagikan: