Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah, 22 ° C

Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten Rawan Penjambretan

Tim Pikiran Rakyat

PETUGAS memeriksa tiga pelaku penjambretan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten.*/RIFAT ALHAMIDI/KABAR BANTEN
PETUGAS memeriksa tiga pelaku penjambretan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten.*/RIFAT ALHAMIDI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- WH (19) tak berkutik saat dibekuk Tim Resmob dan Jawara Polda Banten. Pemuda pengangguran itu, ditangkap petugas bersama dua orang komplotannya Fah (17), dan Roy (17), setelah kerap melakukan aksi kejahatan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kota Serang.

Informasi yang diperoleh, ketiga komplotan asal Desa Sinarmukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, itu ditangkap atas tuduhan penjambretan terhadap Muhamad Fatih Nadaraya (15), warga Karundang Tengah, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Polisi juga ikut mengamankan Ars (28), seorang penadah barang curian yang diperoleh dari tiga orang komplotan tersebut.

"Total ada 4 tersangka yang berhasil kita amankan. Tiga diantaranya sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap beraksi di Kawasan KP3B, dan satu tersangka penadah berikut barang buktinya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol. Novri Turangga, Jumat 12 Juli 2019.

Novri menjelaskan, pengungkapan kasus penjambretan itu merupakan tindak lanjut dari laporan Muhamad Fatih Nadaraya. Korban yang berstatus sebagai santri ini mengaku dipaksa menyerahkan telefon genggamnya kepada tiga pria berkendara Yamaha Vixion saat sedang menunggu angkutan online di KP3B. Saat itu, korban baru saja selesai mengerjakan tugas memotret dengan latar kawasan di lingkungan Pemprov.

Berbekal laporan tersebut, tim gabungan Ditreskrimum yang yang dipimpin Kasubdit 3 Jatanras AKBP Asep Sukandarisman, langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tim berhasil mengetahui keberadaan handphone korban yang berada di tangan seorang penadah berinisial Ars. 

Tim kemudian tidak mau menunggu waktu lama. Tersangka Ars, akhirnya berhasil diringkus di rumahnya di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang pada Rabu (10/7/2019) sore. "Dari pengakuan Ars, handphone yang dipegangnya itu diakui dibeli dari tersangka WH. Selanjutnya tim langsung bergerak untuk mlakukan penangkapan di rumahnya pada Kamis (11/7/2019) siang," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi.

Kasus yang sempat viral di media sosial ini, rupanya bukan hanya dilakukan oleh WH. Dari pengakuannya, aksi penjambretan HP di KP3B juga turut dilakukan oleh dua orang rekannya Fah dan Roy. Berbekal keterangan itu, Tim Jatanras lalu berhasil membekuk dua orang komplotan lainnya pada hari yang sama di Jalan Raya Ciruas - Petir, Kabupaten Serang.

"Dalam pemeriksaan, ketiga tersangka mengakui secara bersama-sama melakukan aksi perampasan HP terhadap korban Muhammad Fatih. Ketiga tersangka yang diketahui sebagai pelaku balap motor liar sudah melakukan perampasan sebanyak 5 kali di Kawasan KP3B," tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, WH beserta 3 orang tersangka tersebut saat ini harus mendekam di balik jeruji besi. Mereka diancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara.***

Bagikan: