Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Dicari, Kandidat Menteri Berusia Muda dan Profesional

Muhammad Ashari
Politik/DOK. PR
Politik/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Kandidat menteri berlatar belakang profesional dan berusia muda menjadi beberapa permintaan Presiden Joko Widodo kepada partai politik pendukungnya. Kandidat menteri diakui Jokowi saat ini tengah disusun.

Permintaan tersebut ia sampaikan di sela-sela pembukaan pameran Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 12 Juli 2019. Jokowi mengatakan, secepatnya komposisi kabinet itu akan diumumkan.

“Saya minta dari partai juga ada yang muda, ada dari profesional juga. Kalau tidak ada dari partai, kami cari sendiri dari profesional. Profesional muda kan banyak, profesional-profesional muda,” katanya mengenai kriteria calon menteri yang diinginkannya.

Dia mengakui, sejumlah pengurus partai politik koalisi Jokowi-Ma’ruf akhir-akhir ini banyak yang menemui Jokowi. Beberapa di antaranya juga melontarkan permintaan supaya kadernya diperhitungkan dalam penyusunan kabinet.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, misalnya, sempat melontarkan pernyataan bahwa partainya mengajukan 10 nama sebagai kandidat menteri. Sekjen PPP Arsul Sani juga mengatakan, partainya mengajukan kandidat dengan jumlah yang tidak jauh berbeda dari PKB.

Menanggapi banyaknya ajuan kandidat menteri dari partai politik itu, Jokowi menganggapnya bukan suatu masalah. Terlebih, semua itu hanya permintaan.

“Ya tidak apa-apa (partai politik) mau minta 10, 11, 9. Wong minta saja,” katanya.

Tiga hal yang diinginkan

Pada kesempatan terpisah, Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menilai, setidaknya ada tiga hal yang diinginkan Jokowi dari kandidat menteri bila mencermati pernyataannya selama ini. Pertama, ia menginginkan kandidat berusia muda. Kedua, ia bisa mengeksekusi program yang dicanangkan. Ketiga, mampu bersinergi dan menerjemahkan visi-misi Jokowi.

“Faktanya, sekarang koalisi sudah enam parpol dan kemungkinan ada tambahan. Maka butuh semacam tafsiran atas salah satu syarat itu,” katanya.

Ray juga menyoroti kriteria umur yang diutarakan Jokowi. Menurutnya, secara definitif usia muda ada di bawah 40 tahun. Ia mengatakan, akan sulit bagi Jokowi untuk mendapatkan kandidat dari partai politik berusia 40 tahun ke bawah. Kecuali kalau kandidat dari non partai. 

Menurutnya, kandidat muda dari perwakilan parpol akan sulit karena dua alasan. Pertama, hampir setiap politisi yang matang dan berpengalaman usianya di atas 40 tahun. Kedua, berkaitan dengan efek lambatnya proses regenerasi kader parpol. 

“Selama 32 tahun kepemimpinan Pak Soeharto menghambat lahirnya regenerasi politik, sehingga politisi matang tingkat nasional di atas 40 tahun,” tuturnya.

Ia menafsirkan bila usia muda yang diinginkan Jokowi bisa jadi maksimal 55 tahun. “Karena pada tingkat tertentu, usia kematangan politisi kita itu di atas 40 tahun. Usia itu setidaknya sudah jadi ketua umum partai dan berpengalaman,” ujarnya. 

Berdasarkan kriteria umur tersebut, Ray merasa bila Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto serta Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu tidak masuk ke dalam kriteria.

“Saya merasa Luhut, Ryamizard, Wiranto tidak masuk lagi dalam kriteria yang dilibatkan di kabinet berikutnya, dalam kerangka 55 tahun itu tadi,” ujarnya.***

Bagikan: