Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Warga Malaysia Merampok Toko Emas, Kerugian Rp 1,5 Miliar

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI aksi perampokan.*/ANTARA
ILUSTRASI aksi perampokan.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Pelarian Muhammad Nazri Fadzil (26) dan Muhammad Nur Iskhandar (24) akhirnya terbongkar. Dua perampok Toko Emas Permata di Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, itu berhasil diciduk polisi saat berada di Malaysia.

Informasi yang diperoleh, dua warga negara Malaysia itu ditangkap setelah polisi berhasil mendeteksi keberadaannya melalui pengecekan di pihak Imigrasi. Berdasarkan data rekaman paspor mereka, diketahui bahwa dua perampok bersenjata tersebut telah kembali ke negara asalnya pada 15 Juni 2019.

“Betul, pelaku perampokan di toko emas di wilayah Balajara sudah diamankan oleh pihak kepolisian Di Raja Malaysia beberapa waktu lalu,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten kombes Pol. Novri Turangga kepada wartawan di Mapolda Banten, Kamis 10 Juli 2019.

Setelah membuka rekaman paspor kedua perampok itu, polisi langsung berkoordinasi dengan kepolisian Di Raja Malaysia. Koordinasi itu pun membuahkan hasil. Pada 2 Juli 2019, keduanya berhasil dilumpuhkan oleh petugas kepolisian setempat setelah terdeteksi melakukan aksi perampokan di sebuah SPBU di wilayah Maran, Pahang, Malaysia.

“Dari informasi itu, tim kami kemudian diperbolehkan untuk berangkat menuju Malaysia. Setelah menginterogasi pelaku, mereka pun mengakui telah melakukan aksi perampokan toko emas di Balaraja,” ujar Novri kepada wartawan Kabar Rifat Alhamidi.

Berdasarkan keterangan polisi, aksi perampokan oleh dua orang Malaysia itu terbilang nekat. Sebab, mereka hanya bermodalkan aplikasi Waze, untuk mempelajari tempat incaran perampokannya.
Kemudian, untuk memuluskan aksinya, mereka membawa senjata api yang digunakan untuk menakut-nakuti korban incarannya. Akibat ulah dua orang warga negara Malaysia ini, toko emas di Balaraja tercatat mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 miliar.

"Saat ini kedua pelaku masih ditahan di Kantor Kepolisian Marah, Pahang, Malaysia untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," turur Novri didampingi Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi.***

Bagikan: