Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

Sebanyak 192 Pendaftar Capim KPK Lanjutkan untuk Tes Kompetensi

Muhammad Ashari
KPK.*/DOK. PR
KPK.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 192 pendaftar lolos seleksi administrasi calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka tersaring dari seluruh pendaftar yang totalnya mencapai 376 orang. 

Pengumuman hasil seleksi administrasi capim KPK diumumkan oleh panitia seleksi di Kementerian Sekretariat Negara, Kamis, 11 Juli 2019, yang dibacakan Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih.  Menurutnya, pendaftar yang tidak lolos seleksi administrasi karena ketidaklengkapan berkas serta syarat-syarat yang tidak terpenuhi.

Ia mencontohkan, ada pendaftar yang umurnya tidak sesuai dengan persyaratan. Sesuai persyaratan yang ada, usia capim KPK yakni 40-65 tahun.

Komposisi pendaftar yang lolos seleksi administrasi adalah laki-laki sebanyak 180 orang dan perempuan sebanyak 12 orang. Adapun latar belakang profesi pendaftar yang lolos paling banyak dari akademisi/dosen, yakni 40 orang.

Ada pula profesi advokat/konsultan hukum sebanyak 39 orang, jaksa/hakim 18 orang, korporasi 17 orang, anggota polri 13 orang, auditor 9 orang, komisioner/pegawai KPK 13 orang, dan lain-lain (PNS, pensiunan, wiraswasta, NGO, pejabat negara) sebanyak 43 orang. Dari latar belakang profesi tersebut, hanya pendaftar dari polri yang semuanya lolos seleksi administrasi. 

Yenti mengatakan, setelah melakukan seleksi administrasi, panitia seleksi akan menyelenggarakan tes kompetensi pada Kamis, 18 Juli 2019, di Pusdiklat Kemensetneg, Cilandak, Jakarta Selatan. "Pendaftar yang tidak hadir mengikuti uji kompetensi dinyatakan gugur," ujar Yenti. 

Para calon akan diuji publik

KETUA Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih (keempat kiri) bersama Wakil Ketua Pansel KPK Indriyanto Seno Adji (kanan), anggota Pansel KPK Marcus Priyo Gunarto (kedua kanan), Hendardi (ketiga kanan), Harkristuti Harkrisnowo (keempat kanan), Diani Sadia Wati (kelima kanan), Al Araf (ketiga kiri), Mualimin Abdi (kedua kiri) dan Hamdi Moeloek (kiri) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019. Presiden berharap Pansel KPK menghasilkan calon pimpinan KPK dengan kemampuan managerial dan menguasai dinamika pemberantasan korupsi. */ANTARA

Setelah itu, pansel akan mengumumkan hasil uji kompetensi pada 25 Juli 2019. Capim yang lolos uji kompetensi akan mengikuti tes psikotes dan profile assessment. Setelah itu, tahapan seleksi dilanjutkan dengan uji publik supaya masyarakat bisa melihat seperti apa gagasan para calon. 

"Ini tahap yang harus kami kejar betul (uji publik). Setelah ini kami akan mengundang lagi rapat dengan pemred karena sudah atur sechedule-nya sehingga kita ada berapa hari dan sebagainya. Jadi, pada 30 Agustus 2019, inshaallah, bisa selesai. Itu ide dari media untuk transparansi. Sebanyak mungkin kami berikan supaya bisa dilakukan, formatnya tergantung media tapi kami beri rambu-rambu bahwa ini selection bukan election," katanya. 

Usai uji publik, capim yang lolos akan memasuki tahap wawancara sekitar awal September 2019. Pada tahap selanjutnya, pansel akan memberikan 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo pada bulan yang sama.

Menurutnya, Presiden Jokowi kemudian akan menyerahkan 10 nama tersebut ke DPR. Komisi III DPR selanjutnya akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan untuk memilih 5 orang pimpinan KPK 2019-2024.

Anggota pansel, Harkrituti Harkrisnowo, mengatakan, selama proses seleksi, panitia tidak menetapkan kuota pendaftar yang lolos. Dengan demikian, hal ini tergantung kompetensi pendaftar yang mengikuti seleksi. 

Berdasarkan wilayah, pendaftar yang paling banyak berasal dari DKI Jakarta. Peserta yang mendaftar ada 105 orang dan yang lolos seleksi adalah 64 orang. Pendaftar terbanyak kedua adalah dari Jawa Barat, di mana pendaftar awal sebanyak 98 orang dan yang lulus seleksi administrasi adalah 50 orang. 

Khusus Jawa Barat, wilayah Kota Bandung dan Kabupaten/Kota Bekasi adalah yang terbanyak lolos seleksi administrasi, di mana masing-masing wilayah ada 15 orang yang lolos. Jumlah itu diikuti kemudian oleh Kota Depok sebanyak 10 orang, Kabupaten/Kota Bogor 7 orang, serta Cirebon, Cimahi, dan Karawang masing-masing satu orang.***

Bagikan: