Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Pelaku Membacok karena Balas Dendam Kalah Berkelahi

Tim Pikiran Rakyat
SU, AX, dan KN saat dimasukan ke jeruji penjara Polres Cilegon, Kamis 11 Juli 2019. Ketiga orang ini merupakan pelaku pengeroyokan yang terjadi di Stadion Krakatau Steel (KS), Kecamatan Purwakarta, Selasa (25/6/2019) lalu.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR PRIANGAN
SU, AX, dan KN saat dimasukan ke jeruji penjara Polres Cilegon, Kamis 11 Juli 2019. Ketiga orang ini merupakan pelaku pengeroyokan yang terjadi di Stadion Krakatau Steel (KS), Kecamatan Purwakarta, Selasa (25/6/2019) lalu.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR PRIANGAN

CILEGON, (PR).- Satreskrim Polres Cilegon akhirnya menangkap tiga dari 10 pelaku pengeroyokan, yang sempat terjadi di Stadion Krakatau Steel (KS), Kecamatan Purwakarta, Selasa 25 Juni 2019 lalu. Petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku lain. 

Mereka yang telah tertangkap adalah SU (27), AX (30), dan KN (32). Ketiga pelaku merupakan warga Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. 

Diketahui sebelumnya, insiden pengeroyokan dengan senjata tajam, terjadi di lapangan kosong dekat Stadion KS, Kecamatan Purwakarta, Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 00.15 WIB. 10 pemuda asal Serang mengeroyok 8 warga Kota Cilegon, bahkan tiga warga di antaranya menderita luka bacok di wilayah kepala, perut, punggung, dan kaki. 

Tiga orang korban diketahui bernama Sudaryani (26), warga Lingkungan Sumur Menjangan, Kelurahan Kota Sari, Kecamatan Grogol. Kemudian Wahyudi (25), warga Lingkungan Karang Tengah, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta. 

Sementara korban ketiga adalah Muhamad Bahrul Ulum (16) Warga Perumahan Metro Villa, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang. Ulum tidak menjadi korban senjata tajam di dekat Stadion KS, ia dibacok di Jalan Perumnas, Lingkungan Cikerut, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, setelah beberapa jam berhasil kabur dari para pelaku.

Tiga pelaku sendiri dibekuk pada Senin 8 Juli 2019. Dimulai dari SU yang tengah nongkrong di Terate, Kecamatan Kramatwatu, sekitar pukul 01.00 WIB. 

SU ketika ditangkap, kedapatan membawa sabu-sabu seberat 0,6 gram. Ia pun melakukan perlawanan saat petugas melakukan penangkapan.

Mengantar istri

Dari penangkapan SU, petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap KN pada Senin (8/7/2019) pagi. KN ditangkap di RSUD Drajat Prawiranegara Serang, saat membawa istrinya berobat.

Setelah KN, polisi melanjutkan pemburuan terhadap AX. Pelaku ini ditangkap pada Senin (8/7/2019) malam, tidak jauh dari tempat hiburan Dinasti X3. "Dari tiga pelaku ini, hanya SU yang berani melawan petugas," kata Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra, saat ditemui di Polres Cilegon, Kamis 11 Juli 2019.

Dadi menerangkan, SU pada peristiwa pengeroyokan, berperan sebagai pembacok Wahyudi menggunakan senjata golok. Sementara AX, menusuk Wahyudi dengan belati di bagian perut. "AX menusuk Wahyudi hingga usus terburai. Lalu KN ini yang membacok Ulum menggunakan cerulit," ujarnya. 

Dari penangkapan para pelaku, polisi baru menyita barang bukti belati yang digunakan AX, serta tiga motor yang digunakan saat beraksi. Menurut Dadi, para tersangka akan terus bertambah. "Masih ada DPO yang kami kejar, salah satunya WA selaku pelaku utama," tuturnya.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso menuturkan, latar belakang pengeroyokan juga telah terungkap. Katanya, motif pelaku adalah dendam karena kalah berkelahi di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Aat Rusli. "Jadi, para korban sebelumnya sempat bertikai dengan orang-orang ini. Konfliknya itu dengan WA yang kini masih dalam pengejaran. Para pelaku dipukuli dan kalah jumlah. Karena itulah mereka dendam dan melakukan pengeroyokan," ungkapnya.

Sementara untuk pelaku-pelaku lain, rata-rata bermotif aksi solidaritas. Mereka tidak terlibat pada pertikaian yang terjadi di tempat hiburan malam. "Mereka tidak ikut berantem waktu di tempat hiburan malam itu. Tapi mereka ikut saat melakukan pengeroyokan, sekadar aksi solidaritas," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Menurut Kapolres, para pelaku dapat diancam Pasal 170 KUH Pidana tentang penggunaan kekerasan secara bersama-sama. "Mereka terancam penjara paling lama 5 tahun 6 bulan," ujarnya.***

Bagikan: