Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Koperasi Harus Adaptif dengan Era Industri 4.0

Asep Budiman
ILUSTRASI pembentukan koperasi.*/ANTARA
ILUSTRASI pembentukan koperasi.*/ANTARA

PURWOKERTO, (PR).- Koperasi dituntut harus mampu beradaptasi dengan era industri 4.0. Jika tidak, koperasi akan tergilas oleh perubahan zaman yang semakin dinamis. Era industri 4.0 juga mengharuskan koperasi untuk dapat bertransformasi dengan membangun karakter kreatif dan inovatif bagi insan penggerak koperasi.

“Tetapi saya katakan bahwa jangan khawatir, koperasi pasti bisa beradaptasi dengan era industri 4.0,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan dalam acara seminar nasional bertema "Koperasi Indonesia di Era Industri 4.0", di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis 11 Juli 2019.

Menurut dia, era industri 4.0 menjadi tantangan baru yang dihadapi perkoperasian di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya perubahan gaya hidup generasi milenial yang begitu cepat dan tidak menentu akibat perkembangan teknologi informasi, robotik, artificial intelligence, dan komunikasi yang sangat pesat.

“Namun, saya percaya betul bahwa era industri 4.0 ini akan mampu membuat koperasi kita akan semakin maju dan berkembang,” katanya.

Upaya Kemenkop dalam mendorong koperasi menghadapi era industri 4.0, yakni melalui reformasi total koperasi meliputi reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan koperasi. Kebijakan ini diharapkan akan mendorong koperasi semakin tumbuh berkembang. Langkah ini telah menandai ada perbaikan dalam kualitas koperasi.

“Itu upaya kita menyehatkan koperasi. Jangan sampai kita terlalu lama berhadapan dengan koperasi yang hanya membentuk citra yang tidak bagus, itu hasil rehabilitasi kita. Data diperbarui, terus diawasi, pengawasan dijalankan,” ucap Rully.

Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid mengatakan, di tengah dinamika ekonomi digital saat ini, generasi milenial koperasi langsung bergerak cepat sehingga banyak koperasi sudah menerapkan sistem digital. Baik untuk pembukuan, transaksi, promosi produk, bahkan sudah ada koperasi yang melakukan rapat anggota secara online.

“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk berhenti mencaci diri sendiri, memecahkan cermin yang hanya melukai wajah kita sendiri. Berpikir dan berucaplah yang positif penuh gairah tentang koperasi, karena itu jati diri kita,” ujar Nurdin.***

 

Bagikan: