Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.8 ° C

Ketua DPD PDIP Banten Dicopot

Tim Pikiran Rakyat
null
null

SERANG, (PR).- Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi secara resmi terpilih untuk mengisi jabatan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten. Ade, berhasil menggeser posisi Asep Rahmatullah yang telah menempati jabatan ketua sejak Oktober 2017, pada Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP Banten, Rabu 10 Juli 2019.

Terpilihnya Ade diputuskan melalui surat DPP PDI Perjuangan Nomor 5504/In/DPP/VII/2019 perihal rekomendasi rancangan ketua, sekretaris dan bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten masa bakti 2019-2024. Surat itu, ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

“Maka rapat DPP PDI Perjuangan memutuskan Ketua Ade Sumardi, Sekretaris Asep Rahmatullah dan Bendahara Marinus Gea,” kata Politisi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning saat membacakan surat keputusan DPP PDIP.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPD PDIP Banten terpilih Ade Sumardi menyatakan akan langsung menyusun program kerja partai setelah mendapatkan amanah dari pengurus pusat. Apalagi, saat ini PDIP harus segera fokus mempersiapkan pelaksaan Pilkada Serentak 2020 di 4 kabupaten/kota di Provinsi Banten.

“Intinya, kita terima keputusan partai. Sebagai kader partai, kami harus fatsun kepada keputusan partai. Tadi pun kepunguran udah dibentuk, secara otomatis kami akan langsung menyusun program kerja partai,” katanya kepada wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi.

Masih selaras

Terkait posisinya saat ini, Ade menegaskan tugasnya sebagai Wakil Bupati Lebak tidak akan terganggu meski diberi amanah untuk menjabat posisi Ketua DPD PDIP Banten. Sebab menurutnya, tugas politik masih selaras dengan tugas-tugasnya di pemerintah. “Ya soal waktu itu bisa diatur. Kita bisa atur lah, itu gampang,” ujarnya.

Ditanya mengenai sikap PDIP Banten menjelang Kongres V di Bali, dia menegaskan para kader partai banteng di Banten tetap konsisten untuk mengusung Megawati Soekarnoputri menjabat kembali di posisi ketua umum. “Tetap ketua umum itu Bu Mega, harga mati,” tuturnya.

Terpilihnya Ade Sumardi, secara otomatis menggeser posisi Asep Rahmatullah yang harus mengalah karena hanya mendapat jatah posisi Sekretaris DPD. Namun, kondisi tersebut rupanya tidak dipermasalahkan oleh Asep. Ia menganggap, perombakan kali ini merupakan penyegaran di tubuh partai yang sebentar lagi akan menghadapi Pilkada Serentak 2020.

“Ini bentuk penyegaran, menyongsong Pilkada Serentak dan Pemilu 2024. Komunikasi saya dengan Pak Ade juga bukan hal yang dipertanyakan lagi. Kita sudah pernah bekerjasama, jadi tidak masalah menurut saya,” katanya.

Perombakan pengurus

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Utut Adianto Wahyuwidayat menjelaskan, keputusan terkait ketua, sekretaris dan bendahara DPD sebelumnya telah dibahas terlebih dahulu di tataran pengurus pusat. Kata dia, ada sejumlah kriteria yang dibahas DPP untuk perombakan pengurus di tubuh partai tersebut.

“Kalau kriterianya baik, DPP sifatnya hanya penyempurnaan. Ukurannya menang presiden, pileg dan suara kursinya bertambah. Kalau yang dirasakannya kurang, lebih banyak dirombak oleh DPP,” katanya.

Utut juga mengisyarakatkan bahwa pergantian ketua DPD PDIP Banten merupakan buntut kalahnya paslon Jokowi-Ma’ruf Amin dari rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Diketahui, suara Jokowi-Ma’ruf Amin di Banten hanya meraih 2.537.524 suara berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara KPU Provinsi Banten. Sementara rivalnya, unggul telak dengan 4.059.514 suara. “Jadi, sebelum ditandatangani, pengurus DPD sudah dipanggil oleh DPP untuk diskusi. Di sana, tentu udah disampaikan plus minusnya apa saja. Termasuk kriteria yang tadi saya jelaskan,”ujarnya.

Selanjutnya, Utut menjelaskan, para kader PDIP yang terpilih menjadi pejabat struktural partai, akan menjadi delegasi pada Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Bali, pada 8-10 Agustus 2019. “Konferda Banten ini yang ke 18. Seluruh pengurus daerah kan serentak menggelar konferda dan konfercab. Kita harapkan bisa serentak selesai 28 Juli, sebelum kongres,” tuturnya.***

Bagikan: