Pikiran Rakyat
USD Jual 14.310,00 Beli 14.212,00 | Cerah berawan, 28 ° C

JPO Ciceri Sempat Jadi Tempat Tidur Gepeng

Tim Pikiran Rakyat
SEORANG gelandangan memanfaatkan sarana JPO Ciceri Kota Serang.*/DOK. KABAR BANTEN
SEORANG gelandangan memanfaatkan sarana JPO Ciceri Kota Serang.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Ciceri, Kota Serang saat ini sudah mulai dikerjakan oleh pihak ketiga, atau swasta yang berkewenangan melakukan perawatan serta perbaikan jembatan tersebut. Berdasarkan pantauan wartawan Kabar Banten, Rizki Putri, JPO tersebut sudah dibongkar di bagian lantainya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang telah melayangkan surat teguran kepada pihak swasta yakni, CV Devis Jaya. Namun jembatan tersebut tak kunjung diperbaiki, dan hanya diberi segel tanda larangan. Hingga akhirnya JPO tersebut digunakan untuk tidur gelandangan dan pengemis (gepeng).

Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Serang Indra Kurniawan mengatakan, jika pihak Devis Jaya berjanji untuk mengerjakan JPO tersebut secepatnya, atau sekitar 20 hari kerja.

"Janjinya dari pihak yang mengerjakan diusahakan untuk segera diselesaikan secepatnya. Menurut infonya kurang lebih, sekitar 20 hari pekerjaan selesai. Tapi saya mintanya sih supaya secepatnya, semoga sebelum 20 hari pengerjaan itu sudah selesai," katanya, Selasa 9 Juli 2019.

Ia juga mengatakan, pihaknya kesulitan untuk melakukan pemeliharaan sejumlah JPO yang ada di Kota Serang. Karena status kepemilikkan asetnya bukan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, melainkan masih milik swasta. "Sehingga, kami hanya sebatas memberikan teguran dan menyegel JPO-JPO yang sudah tidak layak digunakan," ujarnya.

Terkait aset kepemilikkan JPO yang ada di Kota Serang, Sekretaris Badan Pegelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Wachyu B Kristiawan mengatakan hal yang sama, jika JPO yang ada merupakan milik swasta.

"Sepengetahuan kami, itu milik swasta yang mempunyai perjanjian dengan Pemerintah Kota Serang. Untuk penyerahan asetnya, sepengatuan saya belum," katanya.

Berdasarkan pantauan Kabar Banten di lapangan, tampak seorang pengguna jalan yang nekat menyebrangi JPO tersebut. Tentu saja ini membahayakan keselamatannya. "Engga tahu kalau lagi ada perbaikan, karena sudah tanggung naik, ya udah dilanjut jalan. Memang takut pas ngelihat ke bawah," kata ia yang enggan menyebutkan namanya.***

Bagikan: