Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Ibu Menyusui Tidak Bisa Melihat, Matanya Tertutup Tumor Ganas

Tim Pikiran Rakyat
EMAH (45) warga Desa Cimais, Kecamatan Sobang, Kab. Pandeglang hampir dua tahun menahan kesakitan terserang tumor ganas.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN
EMAH (45) warga Desa Cimais, Kecamatan Sobang, Kab. Pandeglang hampir dua tahun menahan kesakitan terserang tumor ganas.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN

PANDEGLANG, (PR).- Salah seorang ibu rumah tangga, Emah (45) warga Desa Cimais, Kecamatan Sobang, Kab.Pandeglang hampir dua tahun menahan kesakitan terserang tumor ganas di bagian wajahnya. 

Ketiadaan dana untuk berobat memaksa ibu empat anak ini pasrah menerima kondisinya saat ini.

Serangan tumor ganas yang menggerogoti wajahnya, membuat mata Emah tertutup, hingga Ibu yang masih menyusui anaknya yang masih berumur 1,8 tahun ini kesulitan untuk melihat. Penghasilan sang suami yang hanya sebagai kuli mengambil rumput untuk kambing milik orang lain, ini tidak cukup untuk mengobati Emah sampai sembuh.

Mahasiswa dari Universitas Sultan Ageung Tirtayasa (Untirta) Serang, Trisda mengatakan, dirinya akan melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Cimanis, karena merasa terpanggil untuk membantu biaya pengobatan Emah dengan cara mengumpulkan donasi dari para donatur.

"Kami ingin membantu meringankan beban Ibu Emah. Beliau sudah lama menderita penyakit tumor di bagian wajahnya itu," kata Trisda saat dihubungi melalui telefon selulernya, Mingu 7 Juli 2019.

Menurut Trisda, pengumpulan donasi tersebut baru dimulai satu hari lalu melalui jejaring sosial dan rekan-rekan mahasiswa lainnya. 

Selain Mahasiswa Untirta, Kepala Desa Cimanis, Tasma Hidayat mengatakan, dirinya juga tengah mengumpulkan donasi dari masyarakat sekitar agar penyakit Emah segera tertangani.

"Iya betul (warga saya), kami juga sedang mengumpulkan donasi di sini. Mudah-mudahan segera terkumpul," kata Kades Cimanis, Tasma Hidayat kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.

Menurut Tasma, biaya pengobatan untuk Emah sudah tercover oleh pemerintah melalui BPJS. Hanya saja, untuk bekal sehari-hari keluarga Emah merasa kesulitan.

"Berobat mah pakai BPJS, cuma untuk bekal di sananya enggak ada. Itu sudah ditangani di Puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Berkah, dari RSUD Berkah dirujuk kembali ke Cipto. Namun di Cipto harus pulang karena kehabisan biaya," jelasnya.***

Bagikan: