Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Obituari Sutopo Purwo Nugroho, Dedikasi Sampai Akhir dan Raisa

Muhammad Ashari
SEORANG warga menunjukkan foto Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, ketika dirawat di Modern Hospital Guangzhou, Tiongkok. Sutopo meninggal dunia di rumah sakit tersebut Minggu, 7 Juli 2019, sekitar pukul 02:00 dini hari waktu setempat karena sakit kanker paru-paru stadium empat.*ANTARA FOTO
SEORANG warga menunjukkan foto Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, ketika dirawat di Modern Hospital Guangzhou, Tiongkok. Sutopo meninggal dunia di rumah sakit tersebut Minggu, 7 Juli 2019, sekitar pukul 02:00 dini hari waktu setempat karena sakit kanker paru-paru stadium empat.*ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Kepala Pusat Data dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, telah meninggal dunia di Guangzhou, Tiongkok, Minggu, 7 Juli 2019, pukul 02.00 waktu setempat. Ia meninggal ketika dalam proses pengobatan kanker paru-paru yang telah dideritanya selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Sesaat sebelum berangkat ke Guangzhou, Sutopo sempat mengunggah video ke akun instagramnya, Sabtu, 15 Juni 2019. Ia merekam video di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan gambaran suasana di dalam bandara.

Ia tampak tengah berjalan di lokasi bandara. Sambil berjalan, Sutopo menginformasikan tentang keberangkatannya ke China sebagai ikhtiar untuk mengobati kanker paru-paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh lainnya. "Kondisinya sangat menyakitkan sekali," kata Sutopo dalam videonya. 

Dalam video itu, ia meminta doa restu supaya penyakitnya bisa disembuhkan dan bisa kembali berkumpul dengan orang-orang terdekat. Ia juga memohon maaf bila tidak bisa menyampaikan informasi bencana dengan cepat seperti sebelumnya.

"Saya di Guangzhou selama satu bulan. Maaf, jika tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat. Mohon maaf, ya," katanya. 

Sutopo meraih simpati dan empati masyarakat karena tetap mengemban tugas menyampaikan informasi mengenai kebencanaan meskipun dirinya tengah menderita kanker. Pada saat bencana gempa di Palu dan Donggala pada tahun 2018, misalnya, Sutopo tetap menjalankan tugas dengan menggelar konferensi pers kepada awak media, serta mengabarkan proses dan perkembangan penanggulangan dampak bencana di sana. Hampir setiap hari ia menggelar konferensi pers. 

Di balik penampakannya yang seolah-olah tidak kenal lelah menyampaikan informasi, ia kerap menahan nyeri akibat kanker. Saat hari-hari pertama gempa baru saja terjadi di Palu dan Donggala, ia menyampaikan permohonan maaf bila setiap telefon tidak bisa diangkat karena terlalu banyak wartawan yang menelefon. Tetapi, ia mengatakan bahwa dirinya selalu siap untuk menyampaikan konferensi pers setiap hari dengan bahan paparan lengkap supaya media tidak salah kutip.

Ia pun kemudian memberikan informasi tentang kesehatan dirinya yang terkena kanker paru-paru. Sakit kanker paru-paru stadium 4B telah menyebar di beberapa bagian tubuh sehingga ia menjadi lebih lemah.

“Rasa sakit yang mendera juga menyebabkan sulit untuk tidur nyenyak. Sekali lagi, mohon maaf saya tidak dapat melayani dengan prima semua pertanyaan rekan-rekan media. Jika sehat, pasti saya lakukan kapanpun, di mana pun, bagaimanapun, selama 24 jam 7 hari seminggu," tulisnya melalui broadcast Whatsapp, Minggu, 30 September 2019.

Sutopo Purwo Nugroho.*/REUTERS

Penantian bertemu Raisa dan Jokowi

Selain itu, di balik rutinitasnya, Sutopo juga diketahui sangat mengidolakan penyanyi Raisa. Ia bahkan kerap menautkan nama Raisa dalam beberapa cuitan di akun Twitter-nya.

Sutopo beruntung tidak hanya bisa mengidolakan Raisa dari jarak jauh saja. Ia berkesempatan juga untuk bertatap muka dengan Raisa sekitar awal November 2018. 

Sutopo juga sempat mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Presiden Joko Widodo dan bersalaman dengannya. Ia mengungkapkan, beberapa kali sempat ingin bersalaman dengan Jokowi ketika berada di lokasi bencana, seperti di Pidie Jaya. Namun, keinginannya tidak terwujud karena keburu terhalang oleh barisan pasukan pengaman presiden (Paspampres).

Keinginan itu akhirnya memang terwujud. Ia bahkan diundang Jokowi untuk datang ke Istana Kepresidenan Bogor, Jumat,5 Oktober 2018. Seusai pertemuan, Sutopo tampak sumringah ketika membicarakan hasil pertemuan dengan Jokowi.

"Ya, ini suatu nikmat yang sangat luar bisa, hari ini saya bisa berjumpa, bertatap mata, bersalaman langsung dengan Bapak Presiden," katanya.

Sutopo juga kemudian memperlihatkan album foto pertemuannya dengan Jokowi. Ada dua foto yang menggambarkan mereka berdua tengah berbincang-bincang. Dalam album foto tersebut, tampak tulisan tangan dan tanda tangan Presiden.

Tulisan tangan Jokowi itu menyatakan "Tetaplah menjadi inspirasi". "Ini adalah kado terindah saya menjelang ulang tahun tanggal 7 Oktober," kata Sutopo, saat itu.

MENTERI Luar Negeri, Retno Marsudi (kedua kiri), menyapa kerabat dan keluarga saat melayat ke rumah duka Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di Raffles Hils, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu, 7 Juli 2019. Selain melayat, Retno akan menyerahkan langsung jenazah Sutopo kepada Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, sebelum disemayamkan di rumah duka.*/ANTARA FOTO

Jokowi mengapresiasi kehidupan Sutopo yang penuh dedikasi

Karena kepergiannya, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan dukacita mendalam. Menurut Jokowi, hingga menjelang tutup usia, Sutopo masih menunjukkan dedikasinya bagi negara dan masyarakat dengan tetap mengabarkan informasi terkini mengenai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Sampai menjelang akhir hayatnya sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ia mengabarkan dengan cepat kejadian bencana alam (seperti) gempa bumi, longsor, tsunami, atau kebakaran yang terjadi di pelosok negeri agar kita waspada dan tidak kebingungan," ujarnya.

Jokowi mengatakan, ada satu kalimat dari Sutopo yang begitu dikenang. Suatu ketika, katanya, Sutopo pernah menuliskan bahwa hidup itu bukan soal panjang atau pendeknya usia, namun seberapa besar kita dapat membantu orang lain. "Dan ia mengamalkan kalimat itu dengan baik," katanya.

Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, mengatakan, jenazah Sutopo tiba di tanah air pada Minggu, 7 Juli 2019, sekitar pukul 20.30. Jenazah Sutopo diberangkatkan dari Guangzhou dengan menggunakan pesawat Garuda. 

Retno mengatakan, pengurusan administrasi terkait keberangkatan jenazah Sutopo berjalan lancar. "Konjen RI-Guangzhou mendampingi jenazah. Tim Kemlu terus berkoordinasi dengan BNPB untuk persiapan penerimaan jenazah dan pengurusan di bandara dan rumah duka," tuturnya melalui pesan singkat.***

Bagikan: