Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Musim Kemarau, Waspadai ISPA dan Diare

Wilujeng Kharisma
MUSIM kemarau.*/DOK PR
MUSIM kemarau.*/DOK PR

SLEMAN, (PR).- Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengimbau masyarakat waspada terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare,bahkan disentri.

Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo di Sleman, Minggu 7 Juli 2019 mengatakan, diare mudah terjadi saat kemarau. Karena air sulit didapatkan karena mengeringnya sumber air, membuat kualitas air menurun.

Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang tidak dijaga kebersihannya, juga memicu bakteri masuk ke saluran pencernaan.

Jika sudah terserang diare, cara awal mengatasinya dengan meminum larutan gula garam atau oralit. Meskipun tidak termasuk penyakit mematikan, diare menyebabkan cairan di dalam tubuh hilang bersama cairan yang keluar saat buang air besar (BAB).

Joko menuturkan, penyakit saluran pernapasan juga harus diperhatikan. Ditambah dengan udara dingin yang muncul saat awal memasuki musim kemarau. Penularan penyakit ISPA juga bisa terjadi karena virus dan bakteri di udara terhirup manusia.

Gejala awal seseorang terkena ISPA ditandai dengan batuk, panas, dan sesak napas. Jika ada kegiatan di luar ruang dan saat siang hari, Joko mengingatkan untuk mengurangi paparan polusi debu dan asap, dengan menggunakan masker.

‘’Bisa diantisipasi dengan pola hidup bersih sehat (PHBS), menjaga kondisi tubuh, istirahat, dan perhatikan pola makan,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Bagian Hukum dan Humas, RSUP Dr Sardjito, Sri Suyatini menjelaskan, tidak ada penambahan pasien diare di RSUP Dr Sardjito. Mengingat, diare bukanlah suatu penyakit kronis yang mengharuskan masyarakat mendapatkan penanganan intensif. Selain itu, pengobatan juga tidak bisa dilayani dengan BPJS.

Menurut Sri, meskipun penderita diare bertambah di masyarakat, penganganan pertama yang dilakukan adalah dengan obat yang bisa didapatkan di apotek. “Dan biasanya hanya pergi berobat ke praktik dokter saja,” jelas Sri.***

Bagikan: