Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Jakarta-Bekasi Siap Digunakan

Riesty Yusnilaningsih
PETUGAS sedang melakukan persiapan akhir untuk menyambut kedatangan calon jemaah haji di Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Jakarta-Bekasi.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
PETUGAS sedang melakukan persiapan akhir untuk menyambut kedatangan calon jemaah haji di Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Jakarta-Bekasi.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Jemaah calon haji 1440 Hijriah rencananya akan mulai tiba dan menggunakan fasilitas Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Jakarta-Bekasi, Sabtu, 6 Juli 2019. Pada keberangkatan tahun ini, jemaah calon haji asal Jawa Barat terdiri atas 38.913 orang yang terbagi ke dalam 97 kelompok terbang.

Kloter pertama asal Kabupaten Bogor dijadwalkan tiba di Asrama Haji Bekasi pada Sabtu, 6 Juli 2019 pukul 11.00. Disusul kemudian Cianjur, Kabupaten Bandung, dan Kota Bekasi setiap dua jam berselang kemudian.

Jemaah akan berada di asrama selama 12-14 jam. Selama di asrama, jemaah akan mendapat pemeriksaan kesehatan tahap akhir, menerima paspor, gelang identitas, serta pembagian living cost.

Seperti terpantau Pikiran Rakyat, sejumlah petugas tengah berbenah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung pelayanan jemaah calon haji. Di Aula Arafah yang menjadi ruangan pertama yang disinggahi jemaah calon haji, telah disiapkan ratusan kursi. Di sisi lain Aula Arafah, sejumlah petugas tengah mengatur alat pemindai barang bawaan jemaah calon haji.

PETUGAS sedang melakukan persiapan akhir untuk menyambut kedatangan calon jemaah haji di Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Jakarta-Bekasi.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

Sementara pada sudut lain embarkasi, tepatnya di gedung-gedung asrama, petugas dari katering juga sedang melakukan pemasangan alat di ruangan makan.

"Masing-masing gedung asrama ada peruntukan ruang makannya sendiri. Semua diselesaikan segera agar H-1 kedatangan jemaah, semua sudah siap," ucap Wahyu, penanggung jawab Gedung Mina E yang dijumpai Pikiran Rakyat, Kamis, 4 Juli 2019. 

Berbeda dengan persiapan sejumlah fasilitas yang disebutkan di atas, asrama tempat jemaah akan menginap selama berada di embarkasi, telah siap sejak jauh-jauh hari. Tempat tidur telah dipasangi seprei. Kasur tambahan pun sudah disiapkan di tiap-tiap kamar.

"Khusus untuk Mina D dan E yang gedungnya relatif baru dengan fasilitas kamar setara hotel, satu kamar bisa ditempati empat sampai lima jemaah," kata Wahyu.

Selain tempat tidur, di dalam kamar juga dilengkapi televisi layar datar, lemari, serta penyejuk udara. Adapun di gedung asrama Mina A, B, dan C, fasilitas di dalam kamar jauh lebih sederhana. Kamar hanya diisi sejumlah unit tempat tidur tingkat dengan kapasitas tampung lebih banyak dari kamar di Gedung Mina D dan E.

PETUGAS sedang melakukan persiapan akhir untuk menyambut kedatangan calon jemaah haji di Asrama Haji Jawa Barat Embarkasi Jakarta-Bekasi.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

Asrama haji di Indramayu

Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Barat A. Buchori mengatakan, untuk tahun ini, memang tidak ada pembenahan yang dilakukan pada Asrama Haji Jabar. Hal ini berkaitan dengan fokus saat ini ialah mempersiapkan asrama haji baru di Indramayu sebagai pendukung pemberangkatan jemaah Jabar melalui Bandara Internasional Kertajati pada 2020.

"Anggaran difokuskan sementara ke Asrama Haji Indramayu yang diperkirakan bisa tuntas secara bertahap hingga empat tahun mendatang," katanya.

Namun, bukan berarti Asrama Haji Jabar di Bekasi tidak akan tersentuh sama sekali. Sebab begitu Asrama Haji Indramayu rampung, pembenahan lanjutan akan dilakukan pula pada Asrama Haji Bekasi.

"Tentu saja Asrama Haji Bekasi akan tetap diremajakan seningga sesuai dengan standar embarkasi di Indonesia. Sebab meski Asrama Haji Indramayu rampung, sebagian jemaah Jabar tetap akan melalui Asrama Haji Bekasi ini," katanya.

Selama fokus pembangunan masih ditujukan pada Asrama Haji Indramayu, maka Asrama Haji Bekasi hanya sekadar mendapatkan perbaikan minor pada kerusakan-kerusakan kecil yang sekiranya masih dapat ditangani. Adapun bangunan yang butuh peremajaan ialah Gedung Mina A, B, dan C.***

Bagikan: