Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Operasi Kancil Belum Kantongi Izin Dishub

Tim Pikiran Rakyat
SALAH satu model mobil kancil.*/MOTOKARS.COM
SALAH satu model mobil kancil.*/MOTOKARS.COM

SERANG, (PR).- Angkutan Lingkungan (Angling) atau Bajaj Qute (Kancil) yang beberapa bulan belakangan telah beroperasi, hingga kini belum mengantongi izin dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang. 

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Darat Dishub Kota Serang Bambang Gartika mengatakan, baru ada sepuluh unit Kancil yang memiliki KIR, dan sisanya belum. Selain itu, ia juga menjelaskan, jika kendaraan mini beroda empat tersebut seharusnya hanya boleh beroperasi di dalam kawasan komplek.

"Belum, itu (Kancil) memang belum berizin. Baru ada sepuluh yang punya KIR, tapi kami belum memberikan izin beroperasi. Akan tetapi mereka ini para sopir Kancil bandel, masih saja tetap berkeliaran di jalan kota. Padahal, seharusnya angkutan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk atau perumahan," ujarnya, Kamis 4 Juli 2019.

Ia menyampaikan, berdasarkan Peraturan Menteri (PM) No 108 Tahun 2017 yang mengatur tentang penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, yakni angkutan dalam wilayah perkotaan atau kawasan tertentu, atau dari suatu tempat ke tempat lain, mempunyai asal dan tujuan tetapi tidak mempunyai lintasan dan waktu tetap. 

"Beberapa jenis angkutan yang termasuk dalam kategori tersebut yaitu taksi, angkutan pariwisata, angkutan karyawan, angkutan sewa, angkutan permukiman, dan angkutan sewa khusus dengan penggunaan aplikasi berbasis teknologi informasi. Misalnya taksi online, ojek onlin, termasuk juga kancil, atau angling itu," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Uji kelayakan

Sebelumnya, memang, kata Bambang, Kancil tersebut telah melakukan uji kelayakan kendaraan atau KIR sebangak 10 unit. Namun, ketika dibiarkan, puluhan unit lainnya justru ikut beroperasi dan mengambil penumpang di Terminal Pakupatan.

"Di awal memang ada 10 unit yang KIR, nah terus ada sepuluh lagi, dan sekarang bertambah lagi. Mereka berkeliaran dan beroperasi. Izin dari kami (Dishub) belum ada. Mereka sih beralasan untuk sosialisasi, perkenalan kepada masyarakat biar tau dulu katanya. Tapi ini sebenarnya tetap saja menyalahi aturan," ucapnya.

Kemudian, ia juga menuturkan, kalau Kancil tersebut belum memiliki ketentuan tarif angkut yang ditetapkan. Namun, karena mereka sudah beroperasi tarif angkut (ongkos) pun sesuai dengan kesepakatan antara pengemudi dan penumpang.

"Nah itu, tarif juga kan mereka belum ada, itu jelas menyalahi aturan. Izin belum ada, tarif angkut juga belum ada, terus trayeknya juga kan engga ada. Belum ada peraturan dan administrasi lainnya. Tapi, karena kami tidak memiliki kewenangan untuk menindak, jadi ya hanya sebatas imbauan saja," tuturnya.

Sementara, Pengelola PT Lestari Surya Gema Persada (Bajaj Qute) Kancil Sofyan enggan memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, ia tidak dapat dihubungi. Baik melalui telefon maupun pesan singkat.***

Bagikan: