Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 31.8 ° C

Kawanan Monyet Menyerang Ibu-ibu yang Sedang Menyuci di Sungai

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi monyet ekor panjang.*/ANTARA
FOTO ilustrasi monyet ekor panjang.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Warga Kampung/Kelurahan Unyur, Kota Serang dibuat resah oleh kawanan monyet ekor panjang yang berkeliaran di pemukiman. Berdasarkan informasi, beberapa warga juga kerap diserang monyet liar tersebut.

Warga kemudian melaporkan kasus penyerangan monyet tersebut ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Jawa Barat Wilayah I Serang. Pada Kamis 4 Juli 2019, petugas BKSDA kemudian membuat perangkap untuk menangkap monyet tersebut.

Warga yang melapor Deden Abdul Kodir mengatakan, masyarakat sangat khawatir dengan keberadaan monyet yang berkeliaran.

"Yang agak brutal itu monyet yang besar, itu yang suka nyerang anak-anak sama ibu-ibu yang nyuci di sungai Banten. Ibu-ibu juga yang mengeluhkan atas ketidaknyamanannya terhadap monyet liar ini," katanya.

Sebelumnya, ia mengatakan, warga sempat menembak monyet tersebut menggunakan senapan angin. Namun, monyet-monyet itu tetap saja masih berkeliaran dan menyerang warga. Hingga akhirnya ia mencari tahu untuk melaporkan penyerangan monyet itu ke BKSDA Serang. 

"Masih saja nyerang warga sini, apalagi anak-anak. Memang biasanya monyet ini datang ke makam ketemu sama monyet milik warga yang dirantai. Itu memang rutin tiap pagi sama sore, kalau pas lagi sepi engga ada orang. Tapi kalau ramai ya monyetnya pergi lagi," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Sudah ada korban

Kepala Resort Wilayah III BKSDA Serang Tuwuh Rahardianto mengatakan, pemasangan perangkap tersebut untuk menangkap monyet yang sudah membuat resah warga sekitar. Bahkan selama satu minggu ini sudah ada tiga anak yang menjadi korban penyerangan monyet ekor panjang. 

"Kemarin itu kami mendapat laporan warga, katanya ada monyet liar yang agresif membuat resah warga. Bahkan ada seorang anak kecil yang mengalami luka sobek di tangan kiri serta punggungnya akibat cakaran monyet, dan mendapat 12 jahitan. Jadi hari ini kami langsung ke lokasi dan memasang kandang jerat," tuturnya.

Menurut laporan yang diterimanya, monyet ekor panjang itu berjumlah tiga ekor. Dengan ukuran dua ekor kecil, dan satu ekor berukuran cukup besar. "Dari tiga ekor ini yang paling agresif adalah monyet ukuran besar dan sepertinya berdasarkan pengakuan warga, monyet ini berjenis kelamin laki-laki," ucapnya.

Untuk sementara ini, pihaknya akan memasang perangkap terlebih dahulu untuk menangkapnya. Apabila sulit untuk ditangkap, dan perangkap tidak berpengaruh. Maka ia bersama timnya akan menggunakan obat bius sebagai pilihan terakhir.  

"Untuk sementara kami pasang kandang jerat. Tapi kalau memang tidak bisa, alternatif terakhir mungkin nanti kami menggunakan obat bius. Karena kan monyet-monyet ini sudah sangat meresahkan warga. Jadi ya harus kami amankan, jangan biarkan berkeliaran, tapi justru makin banyak yang diserang," katanya.

Apabila sudah tertangakap, kata Anto, monyet tersebut akan diperiksa kesehatannya dan dilepasliarkan di Cagar Alam Gunung Tukung Gede, Kampung Peninjauan, Kecamatan Gunung Sari, Kota Serang. "Biar kembali ke habitatnya dan tidak membahayakan warga," tambahnya.

Tim BKSDA dan warga akhirnya meninggalkan kandang jerat yang berisikan buah pisang dan makanan lainnya. Kemudian diesok harinya tim akan kembali untuk memeriksa apakah monyet tersebut masuk perangkap atau tidak.***
 

Bagikan: