Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Penanganan Sampah oleh Kecamatan Akan Lebih Efektif

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI tempat pembungan sampah.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI tempat pembungan sampah.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menyambut baik rencana Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk mengalihkan kewenangan pengelolaan sampah di tiga kecamatan yakni Pontang, Tirtayasa dan Tanara. Pengalihan penanganan sampah ke kecamatan tersebut akan mengefektifkan kerja dan evaluasi.

“Kalau sudah jadi kebijakan ibu (Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah) ya mangga, kita hanya menjalankan perintah. Memang kalau semua kecamatan sudah berjalan normal maka akan efektif pengelolaan sampah,” ujar Kepala Bidang Pertamanan dan Persampahan pada DLH Kabupaten Serang Toto Mujianto kepada wartawan Kabar Banten Dindin Hasanudin, Selasa 2 Juli 2019.

Sebab, kata Toto, dalam hal pengelolaan sampah, kecamatan dan desa adalah yang paling tahu tentang seluk beluk timbunan sampah. Sedangkan dinas, walau sering dilakukan monev (Monitoring Evaluasi) di 29 kecamatan dengan 19 kendaraan tetap terbatas. “Timbunan sampah kita tidak terdeteksi semua, kecuali ada laporan baru kita kejar untuk diangkut. Kalau jadi dialihkan ke kecamatan harus dipersiapkan mulai dari anggaran, personel, kendaraan, SDM. Kalau sampah itu beda dengan lain kita tetap masuk saat orang libur juga,” ucapnya.

Mantan Sekmat Petir itu mengatakan, sebenarnya untuk volume sampah di tiga kecamatan Serang utara yakni Pontang, Tirtayasa dan Tanara tidak terlalu banyak. Seperti sampah dari Pasar Tirtayasa dibuang langsung ke belakang pasar. Karena kebetulan di belakang pasar lahannya masih luas, kemudian juga dibakar.

Menurut dia, sampah yang masih banyak di wilayah Serang utara lebih dikarenakan kebiasaan masyarakat. Mereka masih biasa membuang sampah sembarangan. “Itu sudah kebiasaan masyarakat, begitu keluar ruangan langsung saja (buang). Kita sudah sosialisasi dan sudah siap tempatkan kontainer seperti di perempatan Pontang, lurahnya juga mengizinkan, tapi dia kesulitan mau menyimpan kontainer dimana, karena untuk manuver pengangkutan nantinya,” tuturnya.

Masyarakat di Serang utara, lanjut dia, kebanyakan masih membuang sampah di kebun, sungai atau kali. Hal itu sudah dilakukan sejak lama. Akibatnya ketika sungai surut, akan banyak ditemukan sampah. Sebab sampah itu ikut hanyut di sungai. “Sampah di sini (Pontirta) beda dengan Cikande karena di Pontirta belum ada perumahan,” ucapnya.

Disinggung soal volume sampah se-Kabupaten Serang, ia mengatakan dalam sehari sampah bisa dihasilkan kisaran 1.300-1.500 kubik. Sampah terbanyak berada di wilayah tujuh kecamatan yang kini kewenangannya sudah dialihkan.

Sebelumnya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan seiring dengan adanya rencana  pembangunan wisata religi di Serang utara, maka sampah di tiga kecamatan akan dialihkan dari dinas ke kecamatan. “Itu berarti tiga kecamatan disini (Serang utara) harus dikasih pelimpahan kewenangan dari dinas untuk mengelola sendiri,” ujarnya.

Tatu mengaku, saat ini pihaknya masih memperbincangkan terkait alat baru yang dapat mengelola sampah dengan kapasitas hingga 20 ton. Bahkan alat itu kini sedang diuji coba di Kabupaten Bandung. “Kalau itu berhasil akan diadakan di sini. Supaya sampah di tiga kecamatan selesai. Tahun depan anggarannya, kemarin tim yang buat mesinnya sudah diskusi dengan saya, pak Sekda dan kepala bapedda,” tuturnya. ***

Bagikan: