Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 25.9 ° C

Komitmen Iriawan untuk Sepak Bola Indonesia

Irfan Subhan
KANDIDAT calon ketua umum PSSI Mochamad Iriawan (baju Timnas), berfoto bersama perwakilan klub, pengurus, dan mantan pemain, di di Ambrogio Patisserie, Jalan Banda, Kota Bandung, Senin, 1 Juli 2019.*/IRFAN SUBHAN/PR
KANDIDAT calon ketua umum PSSI Mochamad Iriawan (baju Timnas), berfoto bersama perwakilan klub, pengurus, dan mantan pemain, di di Ambrogio Patisserie, Jalan Banda, Kota Bandung, Senin, 1 Juli 2019.*/IRFAN SUBHAN/PR

BANDUNG, (PR).- Sebagai kandidat calon ketua umum PSSI yang didukung oleh lebih dari 11 Asosiasi Provinsi (Asprov), Mochamad Iriawan mengaku siap untuk memajukan sepak bola Indonesia agar bisa kembali berbicara di berbagai turnamen internasional.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga siap untuk mendengarkan aspirasi dan masukan-masukan baik dari Asprov maupun klub-klub di Tanah Air, agar sepak bola Indonesia bisa semakin berkembang lebih baik lagi.

Hal tersebut Iriawan sampaikan saat acara Ngobrol Bareng Bang Iwan Bule dan Komunitas Sepak Bola Se-Jawa Barat, di Ambrogio Patisserie, Jalan Banda, Kota Bandung, Senin, 1 Juli 2019. 

“Sebetulnya ini tidak direncakan, saya ada kegiatan di Jawa Barat, tapi saya diminta oleh Asprov untuk ngobrol bareng, saya bilang oke lah mumpung saya lagi di Bandung, dan kami diskusi masalah sepak bola Indonesia, agar maju di level internasional, tentu bertahap mulai dari level Asean, Asia, terus nanti bisa naik ke Piala Dunia, karena kita tahu pada tahun 1938 kita bisa berkiprah di dunia, sampai sekarang belum ada lagi, masyarakat secara umum termasuk saya ingin mengulang itu,” tuturnya, seusai acara.

Iriawan menambahkan, sebelumnya juga dirinya kerap dikunjungi oleh pengurus Asprov dan klub-klub ketika sedang bertugas di luar kota seperti Yogyakarta dan Surabaya. “Kami diskusi, pas ke Surabaya juga demikian, hanya sekitar Jakarta, Bandung, dan Surabaya, karena kami tidak ada road show ya kalau ada kunjungan kami lakukan pertemuan,” katanya.

Pada pertemuan tersebut dirinya menampung masukan-masukan dari para pengurus Asprov dan klub, sehingga diharapkan bisa menjadi bahan untuk memperbaiki dan memajukan sepak bola di Indonesia.

“Saya sampaikan tadi, keinginan saya sepak bola Indonesia maju, saya tidak bekerja sendiri, tentu ada teman-teman yang bantu saya. Saya ingin punya prestasi bahwa ketika jaman saya sepak bola Indonesia itu maju, itu saja buat saya cukup, lain-lain saya pikir sudah memberikan yg terbaik,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan terobosan agar bisa mensinergikan apa yang telah dirancang. “Kita perlu SDM, perlu pembinaan, anggaran, digitalisasi, data PSSI, sarana dan prasarana. Insya Allah kalau saya terpilih akan lakukan itu semua, termasuk pembinaan usia muda,”ujarnya.

Berantas mafia sepakbola

Selain itu, salah satu target Iriawan jika nantinya terpilih adalah memberantas mafia sepak bola. “Saya yakin kepolisian juga tidak berhenti untuk memberantas mafia, karena kalau itu masih terjadi saya yakin sepak bola Indonesia tidak akan maju,”ucapnya.

Sementara itu manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan, Iriawan memiliki pengalaman yang bisa dikatakan sudah paham akan seluk beluk sepak bola di Indonesia. “Ini menjadi suatu kebanggaan bagi masayarakat Jawa Barat dan daerah lain. Insya Allah yang mendukung pun akan terus bertambah,” katanya.

Umuh menuturkan, harapan dari insan sepak bola tentunya ingin sepak bola di Indonesia dibenahi mulai dari atas sampai bawah, sehingga nantinya tidak terjadi lagi polemik atau seluk beluk di dalam sepak bola Indonesia.

Ketua Umum Asprov Jabar, Tommy Apriantono mengatakan, sebelum Asprov PSSI Jabar mengajukan Mochamad Iriawan sebagai calon ketua PSSI. Asprov ingin mendengar atau masukan dari penggiat sepak bola seperti mantan pemain, mantan pengurus, pengurus klub, dan voters untuk Jabar seperti Persib, PSGC, Bandung United, dan PS Tira Persikabo. Namun, pengurus PS Tira-Persikabo berhalangan hadir pada acara ini.

“Kita juga undang perwakilan dari pegurus komunitas bobotoh, karena selama ini yang menjadi salah satu persoalan adalah masalah suporter seperti bobotoh dan the jak kalau bertemu selalu ribut, tetapi saat bobotoh dan Bonek bertemu sangat akur, begitu juga saat bobotoh dan Aremania bertemu ribut tetapi ketika Aremania dan the Jak akur. Ini yang menjadi pekerjaan rumah paling penting, dan Pak Iwan dapat masukan itu untuk belajar mengelola sepak bola,” ujarnya.

Tommy mengatakan, mengelola sepak bola itu sulit sekali dan sekarang sebagai calon ketua Iriawan telah mempelajari hal itu dimana intinya dia mau mendengar masukan dari para penggiat sepak bola.

“Kenapa Jawa Barat mau mencalonkan, pertama kita mencari tokoh integritas dan baru di sepak bola Indonesia. Mengapa demikian, agar kepengursan sepak bola kedepan tidak terkontaminasi dan tidak punya beban masa lalu yang berat,”tuturnya.***

Bagikan: