Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.8 ° C

Buruh: Karyawan Outsourcing KS Dirumahkan, Ini tidak Masuk Akal

Tim Pikiran Rakyat
null
null

CILEGON, (PR).- Ribuan buruh PT Krakatau Steel (KS) menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan perusahaan yang merumahkan ratusan karyawan ‘outsourcing’ tanpa alasan yang jelas dan tanpa pemberitahun kepada sejumlah organisasi pekerja yang ada di Kota Cilegon, Selasa 2 Juli 2019. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, para buruh PT KS tersebut menggelar aksi di depan PT KS, mereka berorasi dan melakukan ‘sweeping’ ke sejumlah perusahaan yang beroperasi untuk mengajak karyawan dan buruh lainnya bergabung dalam aksi.

Setelah beberapa jam berorasi di depan PT KS, buruh kemudian konvoi dengan ratusan kendaraan roda dua untuk melanjutkan aksi di depan Pemkot Cilegon. Dalam orasinya, koordinator lapangan Sulosa mengungkapkan ada sekitar 2.600 buruh outsourcing yang belum jelas nasibnya, bahkan sekitar 300 buruh sudah dirumahkan sejak 1 Juni lalu, sementara sisanya akan dirumahkan pada Agustus mendatang.

“Ini adalah kebijakan sepihak yang tidak masuk akal. Dimana para buruh yang bekerja dengan baik di-PHK, padahal dalam laporannya PT KS mendapatkan keuntungan yang cukup besar,” katanya, Selasa 2 Juli 2019.

Dia mengatakan, sejauh ini perusahaan merumahkan para karyawan outsourcing dengan alasan efisiensi dan kerugian perusahaan. Namun,  seharusnya perusahaan dengan alasan tersebut mencari solusi lain bukan dengan merumahkan karyawan outsourcing. Karena, karyawan organik justru yang terjadi penggemukan.

“Jumlah karyawan organiknya gemuk sekali, tetapi kenapa kita yang justru dibuang, padahal rekan-rekan kami banyak yang sudah bekerja puluhan tahun,” ujarnya.

Tolak PHK

Salah satu buruh lainnya, Arjun menyatakan, istilah dirumahkan dengan PHK sama saja. Untuk itu ia berharap ada ketransparansian dari pihak PT KS, sehingga semua buruh bisa bekerja dengan baik dan seperti semula.

“Ini PHK yang tidak masuk akal, apalagi ada istilah dirumahkan, karena sama saja. Dimana keberadaan PT.KS tidak memihak kepada masyarakat sekitar, untuk itu kami menolak adanya PHK karena hanya kepentingan semata,” tuturnya.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto, setelah melakukan orasi, sejumlah buruh diterima oleh perwakilan pemerintah Kota Cilegon. Sampai dengan berita ini diturunkan mediasi masih berlangsung.

Di lain pihak, Managemen PT Krakatau Steel (KS) menyatakan, program restrukturisasi tersebut bertujuan agar kinerja perusahaan baja dapat kembali sehat dan berdaya saing. Restrukturisasi perusahaan yang dijalankan meliputi restrukturisasi utang, restrukturisasi bisnis, dan restrukturisasi organisasi.

Melalui surat elektroniknya Direktur Utama PT KS Silmy Karim mengatakan, dalam hal menjalankan perampingan organisasi melibatkan anak-anak usaha KS Group. Program ini,kata dia akan membuat unit-unit kerja di internal perusahaan akan lebih optimal sehingga mampu menjalankan bisnis secara efisien dan lebih produktif.

“Saya mengajak seluruh anak usaha KS untuk bersama-sama menyelamatkan bisnis baja KS karena untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu mengedepankan semangat gotong-royong dan kebersamaan semua pihak.Jadi tidak benar ada PHK massal kepada karyawan Krakatau Steel. Restrukturisasi organisasi tidak selalu identik dengan Pemutusan Hubungan Kerja, ada banyak cara dalam perampingan struktur organisasi,” ungkapnya.***

Bagikan: