Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Sebagian cerah, 24.7 ° C

Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter, Waspadai Perairan Ini

Dewiyatini

FOTO ilustrasi, nelayan malas melaut dan memilih jadi kuli bangunan.*/DOK. KABAR BANTEN
FOTO ilustrasi, nelayan malas melaut dan memilih jadi kuli bangunan.*/DOK. KABAR BANTEN

BANDUNG,(PR).- BMKG meminta nelayan di wilayah selatan perairan Jawa untuk berhati-hati melaut. Gelombang tinggi hingga 6 meter masih akan menerjang wilayah perairan tersebut.

Kepala Sub Bidang Analisa dan Prediksi Meteorologi Maritim BMKG Rismanto Effendi menyebutkan, di wilayah ekuador timur ke selatan kecepatan angin antara 4 hingga 25 knot. Hal itu menyebabkan beberapa wilayah perairan mengalami gelombang tinggi. 

"Kami mengimbau agar nelayan berhati-hati," ujarnya pada Jumat, 28 Juni 2019. 

Rismanto mengatakan, pusat tekanan terendah berada di Samudera Pasifik utara Papua (1008 hPa). Ia juga mengatakan di wilayah Indonesia utara ekuator umumnya bertiup dari arah Tenggara–Barat Daya dengan kecepatan berkisar 3 – 25 knot. Sedangkan di selatan ekuator umumnya Timur–Tenggara dengan kecepatan berkisar 3–25 knot. 

Kemudian, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Karimata, dan Laut Arafuru.

"Untuk angin gradien di sebelah utara ekuator umumnya bertiup dari arah Tenggara–Barat Daya. Sedangkan di selatan ekuator bertiup dari Timur – Tenggara," ucapnya. 

Perairan dengan ketinggian gelombang laut antara 4-6 meter terjadi di Perairan Barat Kep. Mentawai, Perairan Enggano-Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat, Kep. Nias hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten hingga NTT.

Sedangkan untuk tinggi gelombang 2,5-4 meter terjadi di Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue-Kep. Nias, Samudera Hindia Barat Aceh, Selat Sunda bagian Utara, Perairan Selatan Pulau Sumba, Selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Pulau Sawu, serta Laut Timor Selatan NTT bagian Barat. 

Di wilayah-wilayah selat Malaka bagian Utara, Perairan Kep. Nias-Sibolga, Perairan Padang, Selat Ombai, Perairan Kupang-Pulau Rote, Laut Timor Selatan NTT, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Natuna, Laut Natuna, Selat Karimata, Perairan Barat Kalimantan, Laut Jawa, Perairan Kep. Masalembu, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Perairan Kep. Kangean, tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. 
Demikian juga di Laut Bali, Laut Sumbawa, Perairan Utara Pulau Lombok, Selat Lombok bagian utara, Selat Makassar, Perairan Kep. Sabalana, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Perairan Balikpapan, Laut Sulawesi bagian barat, Periaran Kep. Sangihe-Talaud, Perairan Bitung, Laut Maluku, Perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Kep.Banggai-Kep. Sula, Teluk Tolo, Laut Seram, Laut Banda, Perairan Selatan Ambon, Perairan Manui-Kendari, Perairan Bau Bau, Perairan Wakatobi, Laut Flores bagian Timur, Perairan Kep. Sermata-Letti, Perairan Kep. Babar-Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei-Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Barat Yos Sudarso, Perairan Amamapere-Agats, Perairan Fak Fak-Kaimana, Perairan Rajaampat-Sorong, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Perairan Utara Jayapura-Sarmi, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Risiko tinggi

Kondisi tersebut, kata Rismanto, menyebabkan risiko tinggi bagi nelayan. Ia menyebutkan perahu nelayan dengan kecepatan maksimal 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko tinggi untuk melaut. 

Demikian juga dengan kapal tongkang dengan kecepatan maksimal 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Rismanto melanjutkan, risiko tinggi juga berlaku bagi kapal feri dengan kecepatan 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter. Juga, kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar akan berisiko tinggi bila memaksakan melaut dengan tinggi gelombang 4 meter.

Berdasarkan prakiraan BMKG, hingga beberapa hari ke depan, prakiraan tinggi gelombang di perairan Jawa Barat antara 0,5-5 meter. Ia mengatakan di perairan sebelah Utara Jawa Barat, ketinggian gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,0 meter. Sedangkan di perairan sebelah selatan Jawa Barat, tingginya berkisar antara 3,5 hingga 5 meter.***

Bagikan: