Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sebagian berawan, 21 ° C

BKSDA Yogyakarta Siagakan Personel, Antisipasi Kebakaran Suaka Margasatwa Sermo

Wilujeng Kharisma
ILUSTRASI kebakaran hutan dan lahan.*/ANTARA
ILUSTRASI kebakaran hutan dan lahan.*/ANTARA

KULONPROGO, (PR).- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta menerjunkan 30 personel untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di kawasan Suaka Margasatwa Sermo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Kebakaran kerap terjadi saat musim kemarau.

"Nantinya, petugas dibantu 147 orang yang terdiri dari 130 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP). Tim ini dibekali sejumlah peralatan pemadaman dan dua unit kendaraan roda empat," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA DIY, Untung Suripto, di Yogyakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

Untung mengatakan, sebanyak 70 persen kawasan Suaka Margasatwa Sermo merupakan titik rawan kebakaran. Utamanya adalah kawasan yang berbatasan langsung dengan lahan masyarakat. Biasanya, peristiwa lahan dan hutan terbakar muncul pada puncak musim kemarau antara Agustus sampai September.

Kegiatan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan antara lain pembersihan lahan dengan cara dibakar. Selain itu, kebakaran bisa terjadi karena bekas api unggun dari kegiatan berkemah yang tidak dibersihkan.

September 2018, hutan seluas tiga hektare di kawasan Suaka Margasatwa Sermo terbakar. Api melalap ratusan pohon yang mayoritas jenis sonokeling, kayu putih, dan akasia. Peristiwa serupa juga pernah melanda hutan Sermo pada 2013 dan 2015. 

“Saat itu, kebakaran diduga terjadi akibat orang yang membuang puntung rokok dan kegiatan perkemahan. Sejumlah kasus bahkan disebabkan hal-hal sepele, seperti membuang puntung rokok sembarangan," tuturnya.

ILUSTRASI.*/CANVA

Patroli dilakukan untuk antisipasi kebakaran

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melakukan patroli bersama penegak hukum pada 25 Juni sampai 29 Juni. Mereka juga mengadakan sosialisasi antisipasi kebakaran hutan di sekitar kawasan serta patroli kawasan konservasi bersama MMP dan MPA.

"Mereka ini berperan secara partisipatif untuk menyebarkan informasi ke masyarakat lainnya terkait program kami, serta informasi pengelolaan kawasan konservasi," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah VI Sermo, Sugeng, mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran akibat musim kemarau, pihaknya mulai meningkatkan patroli. Itu dilakukan di area hutan Konservasi Sermo dan juga sekitarnya.

"Patroli itu dilakukan selama 24 jam dengan sistem shift. Tim pertama bertugas sejak pagi hingga sore, dilanjutkan tim kedua dari sore sampai pagi lagi. Kami ada shift siang dan malam, yang bertugas itu 20 personel keliling Sermo," ucapnya.***

Bagikan: