Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sedikit awan, 16.1 ° C

Aparat Akan Tetap Bersiaga Seperti Saat Sidang MK

Puga Hilal Baihaqie
ILUSTRASI.*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI.*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Aparat keamanan yang terdiri dari TNI/Polri dengan kekuatan 45 ribu personel akan tetap bersiaga hingga penetapan pemenang presiden/wakil presiden diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU,) pada Minggu 30 Juni 2019. Pengamanan dengan jumlah yang besar sebagaimana yang terjadi pada Sidang MK sebelumnya, untuk mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa dalam jumlah besar dan masuknya penyusup.

"Pengamanan super ketat itu dilakukan untuk mencegah datangnya pihak ketiga yang memang menghendaki situasi ricuh. Oleh karenanya Polri berupaya melakukan antisipasi," ujar Kapolri Tito Karnavian di Jakarta, Jumat 28 Juni 2019.

Selanjutnya Kapolri meminta masyarakat menyaksikan siaran televisi bila ingin mendapatkan informasi mengenai penetapan pemenang Pemilu oleh KPU. Tito menyebutkan dengan tidak melakukan unjuk rasa, masyarakat bisa terbebas dari risiko terjadinya tindak kekerasan yang bakal menimpanya. Polri berkomitmen menjaga masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum dengan cara-cara damai dan tidak merugikan pihak lain. Namun bilamana ada upaya aksi unjuk rasa yang berpotensi terjadinya pelanggaran hukum, maka aparat akan bertindak tegas.

Dalam kesempatan tersebut Tito menuturkan bila kedua calon presiden yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto sudah mengarah pada ajakan untuk menciptakan suasana damai. Kedua pemimpin tersebut juga telah berupaya memberikan ketenangan kepada masyarakat dan ajakan untuk merajut persatuan.

"Saya menangkap pesan perdamaian, keduanya sangat menghormati kekuatan hukum dalam konstelasi politik. Para kedua calon pemimpin kita sudah menyampaikan kepada publik dengan menghormati putusan MK yang bersifat final dan mengikat," ujar Tito.

Ia dan Panglima TNI juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan pendapat di muka umum dapat melakukan aksinya dengan tertib dan berkomitmen menjaga keamanan. Selama proses pemilu hingga keputusan akhir MK, situasi keamanan secara nasional sangat terkendali.***

Bagikan: