Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 21.2 ° C

Sidang MK, Kuasa Hukum 02 Belum Simpulkan Adanya Kriminalisasi Saksi

Yusuf Wijanarko
TIM kuasa hukum pasangan Prabowo-Sandiaga Uno selaku pemohon, mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.*/ANTARA
TIM kuasa hukum pasangan Prabowo-Sandiaga Uno selaku pemohon, mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Ketua kuasa hukum Prabowo-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto mengaku belum menduga adanya kriminalisasi pada salah satu saksinya, Rahmadsyah Sitompul.

"Saya belum sampai ke (kesimpulan) itu (dugaan kriminalisasi), cuma saya prihatin," ujar Bambang Widjojanto di gedung MK (Mahkamah Konstitusi) Jakarta, Kamis 27 Juni 2019.

Bambang Widjojanto menghormati apa yang dilakukan Rahmadsyah Sitompul karena telah berani memberi kesaksian di MK meski posisinya saat itu sebagai tahanan kejaksaan.

"Dalam situasi begitu, dia masih hadir dan berani mengemukakan apa yang mesti dikemukakannya. Jadi, saya hormat. Tidak banyak orang yang punya keberanian seperti dia," kata Bambang Widjojanto kepada Antara.

Status hukum yang disandang Rahmadsyah Sitompul itu terungkap saat Hakim MK I Gede Dewa Palguna curiga dan menanyakan gelagat gugup saksi di persidangan.

"Sedikit (gugup), karena hari ini saya terdakwa kasus pelanggaran UU ITE, membongkar kecurangan pemilu, terdakwa untuk kasus Pilkada 2018," jawabnya di ruang sidang MK, Jakarta, Kamis 20 Juni 2019.

Akibat kehadirannya dalam sidang MK, status penahanan Rahmadsyah ditingkatkan dari tahanan kota menjadi tahan rutan. Peningkatan status itu dilakukan karena dia dianggap sengaja mangkir dari sidang pada 21 Mei 2019 dan 18 Juni 2019.

"Ketidakhadiran terdakwa tersebut menghambat jalannya proses persidangan," demikian bunyi penetapan hakim PN Kisaran yang dibacakan pada Selasa 25 Juni 2019.

Pada 19 Juni 2019, Rahmadsyah Sitompul hadir di sidang gugatan Pilpres di gedung MK sebagai saksi dari tim Prabowo-Sandiaga Uno.

Saat sidang  pada 20 Juni 2019), Rahmadsyah Sitompul menjelaskan bahwa dia berstatus tahanan kota dan ke Jakarta dengan alasan membawa orangtuanya berobat.

Gaya Rahmadsyah Sitompul juga sempat disorot hakim karena memakai kacamata hitam.***

Bagikan: