Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 20.6 ° C

Kepentingan Partai Berbeda, Koalisi Iman-Edi Pecah

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI pilkada.*
ILUSTRASI pilkada.*

CILEGON, (PR).- Jelang Pilkada 2020, koalisi partai yang terbentuk pada Pilkada Cilegon 2015, tampaknya pecah. Koalisi-koalisi baru dipastikan akan terbentuk, mengingat kepentingan partai tidak lagi sama. 

Diketahui pada Pilkada Cilegon 2015, Partai Golkar Kota Cilegon memboyon 9 partai untuk mendukung pasangan Iman Ariyadi - Edi Aryadi. Pasangan Iman - Edi berhadapan dengan pasangan Sudarmana - Marfi Fahzan dari jalur independen.

Ketika itu, pasangan Iman - Edi berhasil meraih 77,37 persen suara rakyat, atau 135.204 suara. Sementara pasangan independen Sudarmana - Marfi, hanya 22,63 persen atau 39.538 persen.

Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar mengatakan, koalisi lama tidak akan terbentuk pada Pilkada Cilegon 2020 nanti. Alasan utama, kepentingan partainya pada pilkada nanti, berbeda dengan pilkada Cilegon 2015. "Berdasarkan keputusan partai, pada Pilkada Cilegon 2020 kan sepakat mengusung nama Reno Yanuar. Sehingga, dari partai koalisi nanti kan akan ada yang ikut gerbong kami, ada juga yang tidak. Sehingga koalisi lama tentu tidak akan terbentuk lagi," katanya saat dihubungi melalui telepon genggam, Rabu 26 Juni 2019.

Menurut Reno, partainya telah melakukan persiapan guna menghadapi Pilkada 2020. Di antaranya sosialisasi di 43 kelurahan di Kota Cilegon. "Dari seluruh kelurahan itu, 60 persen telah kami datangi. Hasilnya, kami telah menjaring harapan-harapan masyarakat, tokoh ulama, akademisi, dan lain-lain," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Selain itu, partai pun telah melakuan komunikasi dengan partai lain. Hingga saat ini, partai-partai tersebut telah menyodorkan kader untuk dipasangkan dengan dirinya. "Ada 2 partai menyodorkan nama ke PDIP, untuk menjadi Bakal Calon Wali Kota Cilegon. Sementara 1 partai menyodorkan untuk Bakal Calon Wakil Wali Kota Cilegon," tuturnya.

Sayangnya, Reno enggan membeberkan nama partai dan kader yang disodorkan kepada DPC PDIP Kota Cilegon. Menurut Reno, akan terus menjaring untuk kemudian diserahkan ke DPP PDIP. "Siapa nama-namanya, itu nanti saja. Pokoknya dari Citangkil dan Ciwandan. Nantinya, nama-nama itu akan disurvei oleh DPP PDIP Oktober nanti. Hasilnya, akan diumumkan dalam rakor antarpartai," ungkapnya.

Mulai mesra

Sementara itu, Partai Golkar dan Partai Berkarya tampaknya mulai mesra, menghadapi Pilkada Cilegon 2020. Sekretaris DPD Partai Golkar Cilegon Sutisna Abbas mengatakan, telah menjalin komunikasi dengan Partai Berkarya, perihal pilkada nanti. "Beringin dengan beringin ini sedang menjalin komunikasi positif," katanya.

Terkait keutuhan koalisi Pilkada Cilegon 2015, Sutisna mengatakan hal tersebut perlu dikomunikasikan kembali. Menurutnya, kehadiran Partai Berkarya di kursi legislatif membawa pengaruh besar pada koalisi baru. "Ini kan ada koalisi baru, jadi pengaruhnya ada. Untuk partai lain dalam hal koalisi, sifatnya cair lah. Saya yakin semuanya memiliki keinginan yang sama, yakni membangun Kota Cilegon menjadi lebih baik. Maka itu, akan dikomunikasikan kembali untuk kepentingan pilkada nanti," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Berkarya Kota Cilegon Sabihis mengatakan, telah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai. Tidak hanya Partai Golkar, namun PKS pun disebut-sebut tengah didekati partainya. "Komunikasi baik telah kami jalin dengan PKS. Partai lain pun tengah kami dekati," tuturnya.

Diketahui, Partai Berkarya berencana mengusung Ketua DPW Partai Berkarya Banten Helldy Agustian untuk maju di Pilkada Cilegon 2020. Terkait hal ini, Sabihis mengaku tengah mensurvey nama yang akan disandingkan dengan Helldy. "Misinya ada dua, yakni membentuk koalisi dan mencari nama untuk pendamping Helldy," ungkapnya.

Pada bagian lain, Ketua DPC PKS Kota Cilegon Abdul Ghoffar saat dikonfirmasi, membenarkan pernah menjalin komunikasi dengan Partai Berkarya. Namun ia membantah jika komunikasi tersebut berkaitan dengan Pilkada. "Kami memang pernah berkomunikasi, tapi bukan untuk pilkada 2020. Itu tentang kepentingan legislatif nanti. Jadi perihal pilkada, belum ada komunikasi," katanya.

Kepada Kabar Banten, Ghoffar mengatakan kemungkinan terjalinnya kembali koalisi Pilkada Cilegon 2015, masih abu-abu. Karena, pihaknya harus menunggu instruksi dari DPP. "Kalau kami, segala keputusan harus sesuai instruksi DPP. Sementara sampai sekarang instruksi ini belum ada," ujarnya.***

Bagikan: