Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Diduga Terlibat Jual Beli Suara, Komisioner KPU Diperiksa Bawaslu

Dodo Rihanto
SALAH seorang Komisioner KPU Karawang, Asep Saepudin Mukhsin yang dituding terlibat dalam skandal jual beli suara pada Pemilu 2019 dimintai keterangan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Kamis, 27 Juni 2019.*/DODO RIHANTO/PR
SALAH seorang Komisioner KPU Karawang, Asep Saepudin Mukhsin yang dituding terlibat dalam skandal jual beli suara pada Pemilu 2019 dimintai keterangan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Kamis, 27 Juni 2019.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Salah seorang Komisioner KPU Karawang yang dituding terlibat dalam skandal jual beli suara pada Pemilu 2019, Asep Saepudin Mukhsin, dimintai keterangan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Kamis, 27 Juni 2019. 

Asep mengaku diperiksa sekitar dua jam lebih oleh Komisioner Bawaslu Karawang Bidang Penindakan, Roni Rubiat. "Pertanyaannya lumayan banyak," kata Asep.

Asep mengaku pemeriksaan itu terkait aliran dana dan pertemuannya dengan calon legislatif DPR RI dari Partai Perindo EK Budi Santoso. "Itu bagian dari klarikasi," katanya.

Asep tidak membenarkan dan tidak juga membantah ketika ditanya mengenai tudingan EK Budi Santoso alias Kusnaya seputar dugaan praktik jual beli suara. "Saya mengikuti mekanisme apa yang menjadi ketetapan KPU," ujarnya. 

Jalannya pemeriksaan

Sementara itu, Komisioner Bawaslu, Roni Rubiat mengatakan, ada 28 pertanyaan yang diajukan kepada Asep Saepudin Mukhsin. Pertanyaannya seputar pertemuannya dengan Kusnaya dan aliran dana dari Kusnaya.

"Asep mengakui jika dirinya memang melakukan pertemuan. Sementara, aliran dana yang diterimanya dari Kusnaya bukan merupakan urusan jual beli suara, melainkan sebagai pinjaman untuk kebutuhan pribadinya," tutur Roni.

Menurutnya, kasus itu merupakan pelanggaran kode etik dan pidana Pemilu. Jika terbukti, 12 PPK dan satu komisioner KPU itu akan dikenakan Pasal 546 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 dengan ancaman 3 tahun penjara dan denda Rp 36 juta.***

Bagikan: