Pikiran Rakyat
USD Jual 14.060,00 Beli 14.158,00 | Sebagian berawan, 21.3 ° C

Jelang Pengumuman MK, Polisi Bersiaga

Gelar Gandarasa
GEDUNG Mahkamah Konstitusi, Jakarta. */ANTARA
GEDUNG Mahkamah Konstitusi, Jakarta. */ANTARA

INDRAMAYU, (PR).- Menjelang pengumuman keputusan pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi, petugas kepolisian di Kabupaten Indramayu meningkatkan pengamanan. Sedikitnya 800 personel akan disiagakan di sejumlah titik wilayah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penambahan pengamanan penting dilakukan mengingat Kabupaten Indramayu merupakan daerah penyokong Jakarta. Untuk itu, perlu terciptanya situasi yang kondusif di daerah.

“Harus mampu menciptakan situasi aman. Untuk mengamanan itu disiagakan dua pertiga dari kekuatan polres,” kata Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki, seusai apel kesiapan di Mapolres Indramayu, Rabu 26 Juni  2019.

Nantinya personel kepolisian akan ditugaskan di titik-titik yang telah ditentukan sebelumnya, seperti daerah perbatasan, dan daerah yang dianggap rawan. Polisi pun akan memperketat pengamanan di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Bawaslu Indramayu. Yoris memastikan, personel yang ada siap mengamankan dan mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.

Dalam pengamanan juga, polisi merangkul para tokoh agama, masyarakat, pemuda dan elemen masyarakat lain. Yoris berpesan agar masyarakat tetap menjaga kondusivitas keamanan di wilayah masing-masing, termasuk tidak bertindak anarkis menyikapi hasil dari Mahkamah Konstitusi. Lebih penting lagi masyarakat diminta untuk tetap berdiam diri di Indramayu saat pengumuman nanti. “Diimbau untuk tidak perlu berangkat ke Jakarta,” katanya.

Yoris mengakui, hingga detik ini polisi belum menerima adanya laporan terkait pengerahan massa dari Indramayu ke Jakarta baik yang terorganisasi ataupun tidak. Polisi menaruh perhatian lebih terhadap massa yang tak terorganisasi karena proses keberangkatannya sulit untuk dideteksi oleh petugas. Namun sebelumnya polisi telah memberikan sosialiasi kepada masyarakat.

“Upaya persuasif telah dilakukan dan masyarakat Indramayu pun telah mendeklarasikan untuk menolak kerusuhan,” ungkapnya.***

 

 

Bagikan: