Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter Berpotensi Terjadi di Pantai Selatan Jawa

Eviyanti
BMKG Cilacap, Jawa Tengah, mengeluarkan peringatan dini  gelombang tinggi  4 hingga 6 meter yang berpeluang terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga 27 Juni 2019.*/EVIYANTI/PR
BMKG Cilacap, Jawa Tengah, mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 4 hingga 6 meter yang berpeluang terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga 27 Juni 2019.*/EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap, Jawa Tengah, mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi  4 hingga 6 meter yang berpeluang terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga 27 Juni 2019.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Samudera Hindia, wilayah pantai sepanjang pesisir selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, hingga laut selatan DI Yogyakarta. 

Gelombang tinggi yang terjadi merupakan pengaruh dari angin timuran, yang berembus dari laut Australia ke Asia. Kecepatan angin memicu terjadinya gelombang tinggi. Sementara itu, kecepatan angin wilayah perairan selatan Cilacap hingga selatan DIY terpantau mencapai 30 knot per jam.

"Menguatnya angin timuran pengaruh dari cuaca dingin Monsoon yang sedang berlangsung di Australia. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, mulai 25 hingga 27 Juni," ucap Teguh, Rabu, 26 Juni 2019. 

Dia mengatakan, peringatan dini cuaca buruk sudah disosialisasikan kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap kondisi laut selatan, sebagai jalur transportasi kapal tanker, batu bara, semen, kargo, serta nelayan. 

Selain itu, kata Teguh, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, juga harus tetap selalu waspada.

Korban jiwa

Sementara itu, cuaca buruk yang sudah berlangsung sejak pekan lalu, telah  memakan korban jiwa. Seorang pemancing meninggal setelah ditabrak gelombang pasang yang kini sedang berlangsung di wilayah laut selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga selatan DI Yogyakarta dan   Samudera Hindia.  

Peristiwa terjadi di Pantai Lampon, Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Korban bernama Tedi Indra Wijaya (32), warga RT 1 RW 2 Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. 

Ketua SAR Lawet Perkasa, Bejo Priyono, mengatakan bahwa peristiwa terjadi ketika korban sedang memancing di tepian Pantai Lampon. Tiba-tiba, datang ombak besar dan menyeret korban ke tengah laut. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 26 Juni 2019 dini hari. "Korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah meninggal beberapa jam setelah peristiwa terjadi," katanya.***

Bagikan: